ABNnews – Kursi Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) resmi berganti. Mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman, resmi dilantik menjadi Kepala KSP menggantikan M. Qodari.
Pelantikan tersebut digelar di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (27/4/2026), berdasarkan Keputusan Presiden terbaru. Dengan dilantiknya Dudung, jabatan KSP kembali diisi oleh sosok berlatar belakang militer.
Dudung bukanlah sosok pertama dari militer yang memimpin KSP. Sebelum Qodari, jabatan ini sempat diisi oleh A.M. Putranto, yang merupakan purnawirawan TNI dari matra Angkatan Darat.
Bahkan, jejak purnawirawan jenderal di kursi KSP sudah terlihat sejak era Presiden ke-7 RI, Joko Widodo. Kala itu, posisi strategis ini sempat dijabat oleh Luhut Binsar Pandjaitan dan Moeldoko.
Sebelum resmi dilantik sebagai Kepala KSP hari ini, Dudung sebelumnya mengemban amanah sebagai Penasihat Khusus Presiden bidang Pertahanan Nasional.
Dudung merupakan purnawirawan TNI AD lulusan Akademi Militer tahun 1988. Sepanjang kariernya, ia telah menduduki berbagai posisi strategis.
Berikut adalah ringkasan perjalanan karier Dudung Abdurachman:
* Awal Kepemimpinan: Menjadi Wakil Gubernur Akmil (2015-2016) saat berpangkat Brigadir Jenderal.
* Staf Khusus & Teritorial: Pernah menjabat Staf Khusus KSAD (2016-2017) dan Wakil Asisten Teritorial KSAD (2017-2018).
* Gubernur Akmil: Naik pangkat menjadi Mayor Jenderal saat menjabat Gubernur Akmil (2018-2020).
* Pangdam Jaya: Dipercaya memimpin wilayah dengan menjadi Pangdam V Jaya (2020-2021).
* Pangkostrad: Dipromosikan menjadi Panglima Komando Cadangan Strategis TNI AD (Pangkostrad) pada 2021, menggantikan Letjen TNI Eko Margiyono.
* Puncak Karier: Dipercaya sebagai pimpinan tertinggi TNI Angkatan Darat dengan menjabat sebagai KSAD.













