ABNnews – Nasib malang menimpa Pendeta Jems Nayoan dan istrinya, DS alias Ece, di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara (Sulut).
Alih-alih disambut hangat, pasangan suami istri ini justru dianiaya oleh jemaatnya sendiri berinisial TK saat hendak memimpin ibadah di Gereja Advent Kasih Karunia.
Peristiwa memilukan ini terjadi di Kampung Nagha II, Kecamatan Tamako pada Sabtu (4/4) pagi sekitar pukul 09.00 Wita. Tak terima dengan perlakuan kasar pelaku, korban langsung melaporkan TK ke Polsek Tamako.
“Dugaan tindak pidana penganiayaan dilakukan oleh jemaatnya, terlapor TK terhadap korban Pendeta Jems dan istrinya DS,” ungkap Kasat Reskrim Polres Sangihe, Iptu Stefi Sumolang, Dilansir detikcom (8/4/2026).
Insiden bermula saat Pendeta Jems bersama istri dan seorang pendeta muda berinisial RL tiba di gereja sekitar pukul 08.30 Wita. Namun, mereka mendapati pintu rumah ibadah tersebut masih dalam kondisi terkunci rapat.
Pendeta Jems kemudian meminta bantuan warga untuk menanyakan kunci kepada TK. Bukannya memberikan kunci, TK malah meradang dan mengancam akan memukul jika sang pendeta berani menginjakkan kaki di rumahnya.
Niat baik Pendeta Jems mendatangi rumah TK untuk mengantar buku Sekolah Sabat justru disambut emosi. Cekcok mulut pun pecah hingga berujung pada aksi kekerasan fisik. TK dilaporkan mendorong dan memukul punggung Pendeta Jems di hadapan istrinya.
Melihat suaminya diperlakukan kasar, DS mencoba mendekat. Nahas, ia justru didorong oleh TK hingga terjatuh dan kepalanya terbentur beton jalan.
Sambil menangis kesakitan, DS sempat merekam aksi arogan jemaat tersebut melalui ponselnya saat berjalan ke arah jalan raya.
Meski korban sudah berusaha menghindar, emosi pelaku rupanya belum padam. Saat Pendeta Jems berada di jalan raya dan hendak bersalaman dengan warga lain, TK tiba-tiba datang mendekat dan kembali melayangkan pukulan ke arah punggung korban.
Iptu Stefi memastikan pihaknya bergerak cepat menangani kasus ini. Sejumlah saksi dan korban telah dimintai keterangan, sementara pelaku dijadwalkan menjalani pemeriksaan pada Rabu (8/4) hari ini.













