ABNnews- Jalur pendakian Gunung Rinjani, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali memakan korban. Kali ini, seorang pendaki wanita asal Belgia berinisial JMVA (25) mengalami kecelakaan hingga harus dievak uasi tim gabungan pada Sabtu (4/4/2026).
Kepala Pengendali Ekosistem Hutan Balai TNGR NTB, Budi Soesmardi, mengungkapkan korban mengalami cedera serius pada pergelangan kaki saat melewati jalur turun menuju Danau Segara Anak via Sembalun. Akibatnya, turis Belgia ini tak sanggup lagi melangkahkan kaki di jalur yang terjal.
Begitu mendapat laporan, tim TNGR langsung bergerak cepat melakukan koordinasi dengan pemandu (guide), porter, hingga tim asuransi di lapangan. Beruntung, semangat gotong royong para petugas membuahkan hasil untuk menyelamatkan nyawa korban.
“Dengan semangat gotong royong, korban berhasil dibawa ke shelter darurat di Pelawangan Sembalun untuk penanganan awal,” kata Budi di Mataram, Minggu (5/4/2026).
Perjuangan menembus jalur pendakian yang tidak mudah akhirnya terbayar. Setelah berhasil diturunkan, JMVA langsung dibawa ke Puskesmas Sembalun untuk pertolongan medis pertama.
Namun, karena luka yang dialami butuh penanganan lebih intensif, korban pun akhirnya dirujuk ke rumah sakit di Mataram.
“Korban telah diberikan pertolongan medis,” tambah Budi.
Kejadian ini menjadi pengingat keras bagi para pendaki. Padahal, jalur pendakian Gunung Rinjani baru saja resmi dibuka kembali pada 1 April 2026 setelah ditutup selama tiga bulan akibat cuaca ekstrem untuk menjaga ekosistem.
Budi mengimbau agar siapa pun yang ingin menikmati keindahan Rinjani harus mempersiapkan fisik dan perlengkapan dengan matang. Jangan sampai niat healing malah berujung cedera atau hal yang lebih fatal.
“Kejadian ini menjadi pengingat bagi semua untuk selalu utamakan keselamatan, persiapkan fisik, dan perlengkapan dengan matang,” pungkasnya.













