banner 728x250

Jurus ‘Anti-Krisis’ Pemerintah: WFH ASN hingga Efisiensi MBG, Simak Aturan Mainnya Per 1 April!

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. (Foto: istimewa)

ABNnews – untuk menghemat energi di tengah krisis akibat perang yang berkecamuk di Timur Tengah. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengumumkan sederet kebijakan efisiensi mulai dari kerja dari rumah (work from home/WFH) hingga pemangkasan anggaran perjalanan dinas yang mulai berlaku per 1 April 2026 ini!

Salah satu yang paling mencolok adalah aturan WFH bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Mulai April ini, para abdi negara baik di pusat maupun daerah hanya perlu ke kantor empat hari seminggu.

“Penerapan work from home bagi ASN di instansi pusat dan daerah dilakukan satu hari kerja dalam seminggu, yaitu tiap hari Jumat,” tegas Airlangga dalam konferensi pers virtual, Selasa (31/3/2026).

Airlangga menjelaskan pemilihan hari Jumat bukan tanpa alasan. Belajar dari pengalaman pasca-pandemi COVID-19, banyak kementerian yang sudah terbiasa dengan pola kerja digital.

“Ini untuk mendorong tata kelola pelayanan berbasis digital juga,” tambahnya.

Nggak cuma buat ASN, sektor swasta pun bakal menyusul. Namun, jadwal dan aturannya akan disesuaikan dengan karakteristik tiap perusahaan lewat Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan yang akan segera menyusul.

Efisiensi nggak berhenti di situ, detikers. Pemerintah bakal membatasi penggunaan kendaraan dinas hingga 50 persen! Kecuali untuk operasional mendesak dan kendaraan listrik, sisanya harus dikurangi demi menekan konsumsi BBM.

“Mendorong penggunaan transportasi publik. Jadi mengurangi kendaraan dinas dan menggunakan semaksimal mungkin transportasi publik,” ujar Airlangga.

Selain itu, perjalanan dinas luar negeri juga dipangkas sadis hingga 70 persen, sementara dalam negeri dipotong 50 persen.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Ikut Kena Efisiensi

Yang mengejutkan, program prioritas Presiden Prabowo Subianto, Makan Bergizi Gratis (MBG), juga ikut kena strategi optimasi. MBG kini diarahkan untuk penyediaan makanan segar selama 5 hari dalam sepekan, dari yang sebelumnya direncanakan tiap hari.

“Potensi penghematan dari kegiatan ini mencapai Rp 20 triliun,” ungkap Airlangga.

Meski begitu, daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar) dan wilayah dengan angka stunting tinggi tetap jadi pengecualian dan mendapat perhatian khusus.

Pemerintah menjamin sederet langkah “hemat pangkal kaya” ini tidak akan mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat. Airlangga pun mengajak dunia usaha dan warga untuk ikut mendukung budaya kerja efisien ini demi menghadapi ketidakpastian global yang makin sulit diprediksi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *