banner 728x250

Layanan Dipercepat, Antrean Ketapang–Gilimanuk Tetap Bergerak

Foto dok PT ASDP Indonesia Ferry (Persero)

ABNnews — Di tengah menguatnya arus balik Lebaran 2026, lintasan Ketapang–Gilimanuk tetap bergerak dinamis. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menempatkan percepatan layanan sebagai strategi utama untuk menjaga arus kendaraan tetap mengalir dan terkendali.

Wakil Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Yossianis Marciano, menegaskan bahwa kunci utama pengendalian kepadatan bukan semata pada jumlah kapal, melainkan pada kecepatan layanan di setiap titik. “Fokus kami adalah memastikan proses berjalan cepat dan berkesinambungan. Melalui pola Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB), kapal tidak berlama-lama di dermaga sehingga kendaraan dapat segera terlayani dan terus bergerak,” ujarnya.

Untuk mendukung percepatan tersebut, waktu bongkar muat kapal terus dioptimalkan dengan rata-rata durasi sekitar 35 menit per siklus layanan. Dengan durasi yang lebih singkat dan disiplin operasional yang terjaga, rotasi kapal dapat berlangsung lebih cepat sehingga kapasitas layanan meningkat secara signifikan.

Ia menambahkan, dalam kondisi puncak, antrean merupakan hal yang tidak terhindarkan. Namun, selama pergerakan tetap terjaga, waktu tunggu dapat ditekan secara signifikan. “Yang terpenting adalah flow tetap hidup. Antrean boleh terjadi, tetapi tidak boleh berhenti,” tegasnya.

Terus Bergerak
Berdasarkan pemantauan pada Senin, 30 Maret 2026 pukul 14.00 WIB, ekor antrean kendaraan tercatat mencapai sekitar 5,8 km dari akses masuk Pelabuhan Ketapang, dengan dominasi kendaraan kecil, truk sedang, truk besar, serta bus besar yang terus bergerak menuju pelabuhan.

Untuk merespons lonjakan tersebut, ASDP bersama operator kapal lainnya mengoperasikan total 34 kapal. Sebanyak 22 kapal di antaranya menerapkan pola TBB di Dermaga 3, MB 4, LCM, dan Bulusan, serta didukung 4 kapal perbantuan guna mempercepat rotasi dan menjaga ritme layanan tetap stabil.

Dari sisi permintaan, data reservasi tiket melalui Ferizy mencatat sebanyak 164.881 unit kendaraan telah melakukan pemesanan untuk periode H-10 hingga H+10 (11 Maret–1 April 2026). Hingga H+7, sebanyak 154.313 unit kendaraan telah masuk ke Pelabuhan Ketapang, dengan sisa potensi 10.568 unit yang diperkirakan masih akan bergerak menuju pelabuhan.

General Manager ASDP Cabang Ketapang, Arief Eko, menjelaskan bahwa percepatan layanan di dermaga diperkuat dengan pengaturan arus kendaraan sejak di sisi darat. “Kami mengendalikan ritme kendaraan melalui buffer zone, sehingga kedatangan ke pelabuhan tetap terukur dan tidak menumpuk,” jelasnya.

Distribusi Terkendali

Puncak arus balik tercatat pada Minggu, 29 Maret 2026 (H+7), dengan total 56.365 penumpang dan 19.057 unit kendaraan menyeberang dari Jawa ke Bali. Komposisi didominasi sepeda motor sebanyak 12.458 unit dan mobil pribadi 4.995 unit.

Sejumlah buffer zone telah dioptimalkan, antara lain Grand Watudodol, Terminal Sri Tanjung, Bulusan, dan PT Pusri, sebagai kantong parkir sekaligus titik pengendalian arus. Koordinasi intensif bersama kepolisian, Dinas Perhubungan, dan seluruh pemangku kepentingan terus diperkuat untuk menjaga distribusi kendaraan tetap terkendali.

ASDP mengimbau masyarakat untuk membeli tiket lebih awal melalui Ferizy, merencanakan perjalanan dengan baik, menjaga kondisi fisik, serta membawa logistik yang cukup. “Keselamatan adalah prioritas. Pastikan perjalanan dilakukan dengan aman dan nyaman,” tutup Yossianis.

Dengan sinergi operasional, percepatan layanan, serta penguatan pengendalian arus, ASDP optimistis arus balik Lebaran 2026 di lintasan Ketapang–Gilimanuk tetap terkelola dengan baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *