Heboh Warga Bener Meriah Patungan Rp 1 M demi Jembatan, Begini Respons Kementerian PU

Ilustrasi. (Foto: unsplash)

ABNnews – Aksi swadaya masyarakat di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, yang heboh lantaran patungan hingga Rp 1 miliar untuk memperbaiki jalan dan Jembatan Enang-enang yang rusak parah memicu respons dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian PU, Apri Artoto, memastikan bahwa pemerintah tidak tinggal diam dan akan tetap melakukan perbaikan secara permanen terhadap jembatan tersebut. Menurutnya, pemerintah menempatkan faktor keselamatan para pengguna jalan sebagai prioritas utama.

“Yang pasti program pembangunannya kalau kita di PU tetap berjalan, karena mengingat kekhawatiran terhadap keselamatan masyarakat. Kalau memang dilaksanakan secara swadaya kita khawatir terhadap keselamatan jembatannya. Jadi tetap kita akan berjalan dengan program kita,” ujar Apri dikutip dari detikcom, Selasa (7/7/2026).

Merespons aksi galang dana mandiri oleh warga tersebut, Apri mewanti-wanti masyarakat untuk tetap mengutamakan faktor keselamatan dalam setiap upaya perbaikan infrastruktur.

Ia mengingatkan agar aksi swadaya ini jangan sampai memicu risiko teknis yang membahayakan.

“Imbauan dari Kementerian PU, utamakanlah keselamatan, jangan sampai ada korban,” tegas Apri.

Secara terpisah, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh mengumumkan bahwa pihaknya telah bergerak cepat di lapangan dengan menyelesaikan pemasangan perkuatan sementara (shoring) pada struktur jembatan.

Plt. Kepala BPJN Aceh, Zulkarnaini, memastikan Jembatan Enang-enang kini sudah mulai bisa difungsikan kembali oleh masyarakat, namun dengan status terbatas demi alasan keamanan.

Saat ini jembatan dapat dilalui kendaraan roda dua serta kendaraan roda empat dengan muatan maksimal lima ton pada siang hari, sementara kendaraan berat dan angkutan umum tetap dibatasi demi menjaga keselamatan pengguna jalan.

Terkait penanganan secara permanen, BPJN Aceh berjanji akan mempercepat tahapan perencanaan agar pembangunan jembatan baru dapat segera direalisasikan. Proses desain yang semula dijadwalkan mundur kini digeser lebih awal ke tahun ini.

“Untuk jembatan permanen di Enang-enang memang sudah kami programkan di tahun 2027. Namun dengan kondisi sekarang, kita melihat perlu dilakukan percepatan sehingga perencanaannya akan kita lakukan lebih awal di tahun 2026 untuk menyiapkan desain dan pemrogramannya. Kemudian pada tahun 2027 insyaallah kita akan melaksanakan pekerjaan fisiknya,” tutur Zulkarnaini.

Jalan dan Jembatan Enang-Enang merupakan urat nadi sekaligus akses utama yang menghubungkan wilayah Bireuen menuju Aceh Tengah. Akses penting ini lumpuh dan rusak parah akibat hantaman bencana pada akhir November 2025 lalu.

Setelah enam bulan pasca-musibah tanpa kepastian, warga sekitar akhirnya memutuskan turun tangan melakukan perbaikan swadaya agar jalur tersebut dapat dilalui kembali.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *