banner 728x250

Peringatan Keras Prabowo ke Polri-TNI: Perbaiki Diri atau Saya Tindak Tegas!

Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan pandangannya kepada para pakar yang diundang berdiskusi di kediamannya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Kamis (19/3/2026). (ANTARA/HO-Badan Komunikasi Pemerintah RI)

ABNnews – Presiden RI Prabowo Subianto mengeluarkan peringatan keras bagi institusi penegak hukum di tanah air, termasuk Polri dan TNI.

Prabowo menegaskan komitmennya untuk melakukan bersih-bersih besar-besaran demi memperkuat fondasi negara dan mengembalikan kepercayaan publik.

Presiden menekankan bahwa reformasi ini tidak hanya menyasar satu institusi saja, melainkan seluruh perangkat negara yang bersentuhan langsung dengan penegakan hukum.

“Yang saya ingin lakukan adalah transformasi bangsa, saya ingin perbaiki kondisi bangsa itu semua termasuk di situ adalah alat-alat penegak hukum,” ujar Prabowo dilansir Antara, Minggu (22/3/2026).

Integritas Harga Mati

Menurut Prabowo, keberadaan lembaga yang profesional dan berintegritas adalah syarat mutlak bagi sebuah negara untuk bisa disebut sukses. Ia tidak ingin melihat hukum dipermainkan oleh mereka yang seharusnya menjaganya.

“Hukum, the rule of law, itu bagian penting daripada negara yang kuat dan berhasil,” tegasnya.

Prabowo juga mewanti-wanti bahwa tidak akan ada toleransi bagi aparat yang melanggar hukum. Ia menyayangkan ulah segelintir oknum yang merasa memiliki kuasa, namun justru mencoreng citra ratusan ribu rekan sejawat mereka yang sudah bekerja keras.

“Mungkin beberapa oknum dia punya power, dia bisa berbuat seenaknya, tapi ratusan ribu polisi yang lain terkena nama jeleknya,” ungkapnya.

Sentil Aparat Soal Tambang Ilegal

Dalam upaya pembenahan ini, Presiden memberikan kesempatan bagi masing-masing institusi untuk melakukan evaluasi mandiri. Namun, ia mengancam akan mengambil langkah tegas jika tidak ada perubahan signifikan di lapangan.

“Saya pertama ingin memberi kesempatan tiap lembaga membersihkan diri. Kamu bisa perbaiki diri nggak? Kalau kau perbaiki diri saya kasih kesempatan,” ujarnya memberi pilihan.

Secara spesifik, Prabowo juga menyentil lemahnya pengawasan di tingkat bawah, terutama dalam kasus tambang ilegal yang seolah luput dari pantauan aparat setempat.

“Bagaimana ada tambang ilegal, Babinsa tidak tahu, Danramil tidak tahu, Kodim tidak tahu, Dandim tidak tahu?” kata Prabowo dengan nada menyindir.

Buktinya Sudah Ada Jenderal Dipecat

Prabowo mengingatkan bahwa ketegasannya bukan sekadar gertakan sambal. Sejauh ini, pemerintah sudah mengambil tindakan nyata terhadap perwira tinggi yang terbukti “nakal” dan melanggar hukum.

“Anda bisa lihat sudah berapa jenderal, bintang 3, bintang 2 yang kita pecat, yang kita serahkan ke kejaksaan,” pungkas Prabowo.

Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa di bawah kepemimpinan Prabowo, tidak ada lagi “karpet merah” bagi aparat yang berani bermain-main dengan hukum.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *