ABNnews – Pemerintah Kota Bandung bersama Polrestabes Bandung resmi mengibarkan bendera perang terhadap kelompok pelajar yang kerap nongkrong di luar jam sekolah.
Langkah tegas ini diambil usai tewasnya siswa SMAN 5 Bandung, Muhammad Fahdly Arjasubrata, akibat dugaan pengeroyokan di kawasan Cihampelas, Jumat (13/3/2026) malam.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan pihaknya telah mengantongi titik-titik tongkrongan yang sering disalahgunakan untuk kegiatan negatif.
“Saya akan bekerja sama dengan pihak kepolisian, Polrestabes Bandung, agar mulai melakukan pembinaan terhadap kelompok anak-anak SMA yang sekarang teridentifikasi berkelompok di tempat warung dekat sekolah,” ujar Farhan di Balai Kota Bandung, Sabtu (14/3/2026).
Soroti ‘Geng Warung’ dan Pesta Miras
Farhan mengungkapkan, berdasarkan pemetaan intelijen, banyak kelompok pelajar yang menamakan diri sebagai kelompok tongkrongan warung. Hal yang mengkhawatirkan, patroli sebelumnya menemukan fakta bahwa tongkrongan ini sering menjadi ajang pesta minuman keras (miras).
“Setahun lalu saya melakukan patroli bersama Tim Prabu dan saya menemukan rata-rata yang melakukan pelanggaran itu yang nongkrong sambil minum minuman keras, itu anak SMP dan SMA. Itu sangat mengkhawatirkan,” ungkapnya.
Sementara itu, SMAN 5 Bandung melalui Plt Kepala Sekolah, Agus Ferdiana, menyatakan duka mendalam dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada kepolisian. Pihak sekolah juga menyiapkan langkah antisipasi bagi siswa lainnya.
“Pihak sekolah menyiapkan layanan konseling bagi siswa yang terdampak secara emosional. Kami juga mengimbau orang tua memperketat pengawasan anak, apalagi memasuki masa libur Idul Fitri,” jelas Agus.
Wali Kota Farhan pun mewanti-wanti agar kejadian serupa tidak terulang kembali di Kota Kembang. Ia memastikan koordinasi dengan Polrestabes akan dilakukan lebih ketat guna menjamin keamanan para pelajar.
Kronologi Awal Tewasnya Siswa SMAN 5 di Cihampelas Masih Didalami
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII Provinsi Jawa Barat, Asep Yudi, menyampaikan bahwa pihaknya mendapatkan laporan mengenai kejadian tewasnya siswa SMAN 5 di Cihampelas dari informasi awal yang diterima pada malam kejadian.
Menurut Asep, laporan tersebut menyebutkan adanya seorang remaja meninggal dunia dalam insiden bentrokan yang melibatkan pelajar.
“Berdasarkan informasi bahwa malam ada kejadian yang mengakibatkan meninggal, seorang remaja, ternyata salah seorang siswa diduga anak SMAN 5, setelah dikonfirmasi benar,” ujar Asep dikutip dalam keterangannya, Sabtu (14/3/2026).
Asep menjelaskan bahwa informasi awal mengenai insiden tewasnya siswa SMAN 5 di Cihampelas telah dikonfirmasi dengan pihak sekolah terkait. Identitas korban ditemukan masih sesuai dengan data siswa SMAN 5 Bandung.
Meski demikian, Asep menyampaikan bahwa detail kronologis kejadian belum bisa dirinci karena saat ini perkara tersebut sedang ditangani sepenuhnya oleh pihak kepolisian.
“Cuma kaitan kronologis apakah itu tawuran, atau lain sebagainya itu masih didalami oleh pihak kepolisian,” ujar Asep.













