banner 728x250

Kiprah Almarhumah Margaret Aliyatul Maimunah, Pejuang Hak Anak dan Perempuan

Alamrhumah Margaret Aliyatul Maimunah. (Foto: istimewa)

ABNnews — Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) berduka. Ketua KPAI periode 2022-2027, Margaret Aliyatul Maimunah tutup usia pada Minggu (01/03).

Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Hari ini kami kehilangan sosok pemimpin, ibu, dan teladan yang begitu berarti bagi kami di Komisi Perlindungan Anak Indonesia,” tulis KPAI di akun Instagram resminya.

Menurut KPAI, perempuan 47 tahun itu merupakan sosok yang teguh memberi perlindungan bagi anak-anak Indonesia. KPAI mendoakan almarhumah diberi tempat terbaik di sisi-Nya.

“Ibu Margaret Aliyatul Maimunah bukan hanya Ketua, tetapi juga sosok yang penuh keteguhan, kelembutan, dan keberpihakan tanpa lelah bagi perlindungan anak Indonesia. Dedikasi, kepedulian, dan nasihat beliau akan selalu hidup dalam setiap langkah kami. Terima kasih atas pengabdian dan cinta yang Ibu berikan untuk anak-anak negeri ini,” tulis KPAI.

Almarhumah dikabarkan menjalani perawatan di RS Fatmawati sejak 17 Februari 2026 karena sakit yang dideritanya. Namun setelah 13 hari menjalani perawatan intensif di RS, Margaret akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya pada Minggu pukul 08.25 WIB.

Jenazah perempuan yang dikenal sebagai Pejuang Hak Anak dan Perempuan ini dimakamkan di kampung halamannya di Jombang, Jawa Timur.

Kiprah Margaret Aliyatul Maimunah
Margaret Aliyatul Maimunah diketahui juga merupakan Ketua Umum PP Fatahat NU masa khidmat 2022-2027. Mengutip sindonews, ia terpilih secara aklamasi dalam Kongres ke-16 Fatayat Nahdlatul Ulama yang digelar di Palembang pada 2022.

Dalam forum tersebut, perempuan yang akrab disapa Liya ini memperoleh dukungan mayoritas delegasi dari pimpinan wilayah dan cabang Fatayat NU se-Indonesia.

Liya merupakan putri kedua pasangan KH Mohammad Faruq dan Hj Lilik Chodijah. Ia juga merupakan cucu dari KH M Bisri Syansuri, salah satu tokoh pendiri Nahdlatul Ulama yang dikenal sebagai ahli fikih.

Sejak kecil, Liya menempuh pendidikan di Pesantren Denanyar, Jombang, Jawa Timur, mulai dari tingkat MI, MTs, hingga MAN. Setelah lulus, ia melanjutkan studi di IAIN Sunan Ampel Surabaya yang kini menjadi UIN Sunan Ampel Surabaya. Ia kemudian menempuh pendidikan pascasarjana di Universitas Indonesia dengan mengambil Program Studi Kajian Wanita.

Minat Liya terhadap dunia organisasi sudah terlihat sejak usia muda. Saat masih bersekolah, ia aktif dalam berbagai kegiatan seperti OSIS, Pramuka, hingga olahraga.

Saat kuliah, ia aktif di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Ia pernah menjabat sebagai Ketua KOPRI PMII Putri Rayon Adab IAIN Sunan Ampel Surabaya pada 2000–2001 serta Ketua PMII Komisariat Adab Cabang Surabaya Selatan pada 2001-2002.

Ia juga aktif di Ikatan Putri-Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Jawa Timur sebagai anggota bidang minat dan bakat pada 1999-2001 dan Bendahara II pada 2001-2002.

Karier organisasinya berlanjut saat dipercaya menjadi Sekretaris Umum PP IPPNU periode 2006-2009. Selanjutnya, Liya menjabat Ketua Umum PP IPPNU pada 2009-2012.

Saat memimpin organisasi pelajar perempuan NU tersebut, ia menginisiasi sejumlah program, di antaranya Laskar Pelajar Putri Anti Narkoba, Anti Pornografi, Anti Radikalisme, dan Anti Kekerasan, Rumah Pelajar, serta Sekolah Kebangsaan Pelajar.

Setelah itu, ia aktif di Fatayat NU dengan menjabat Wakil Koordinator Bidang Ekonomi PP Fatayat NU pada 2009-2015 dan Sekretaris Umum pada 2015-2020.

Perempuan kelahiran 11 Mei 1979 ini dikenal memiliki perhatian besar pada isu pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Setelah menyelesaikan studi di Universitas Indonesia, ia bergabung dengan Women Research Institute.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *