banner 728x250

Menteri Perhubungan Minta Maskapai Penerbangan Nasional Waspadai Konflik Timur Tengah

Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi. (Foto: istimewa)

ABNnews — Kementerian Perhubungan meminta maskapai penerbangan nasional rute internasional untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul situasi memanas di Timur Tengah.

Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi mengatakan, beberapa operator penerbangan dilaporkan turut terdampak konflik antara Iran, Amerika Serikat (AS) dan Israel. Ia mengatakan, penerbangan internasional yang melewati kawasan Timur Tengah turut terdampak.

Bahkan sebagian dibatalkan, meski ada perjalanan yang saat ini belum terdampak. “Untuk itu, kami imbau maskapai meningkatkan kewaspadaan dan penumpang secara aktif memantau perkembangan informasi,” kata Dudy.

Maskapai penerbangan asing dilaporkan telah membatalkan penerbangan, serta tidak mengoperasikan penerbangan dari dan menuju semua kota di Timur Tengah sejak eskalasi konflik terjadi antara Iran dan Israel.

Adapun maskapai yang telah membatalkan penerbangan atau tidak mengoperasionalkan penerbangan antara lain Etihad Airways, Qatar Airways, Emirates, Malaysia Airlines, Phillipine Airlines, Indigo Airlines, Srilanka Airlines, China Southern Airlines, Singapore Airlines dan Scoot.

Maskapai Saudia Airlines masih melakukan pemantauan terhadap beberapa kota tujuan di Timur Tengah, Oman Air beroperasi seperti biasa, dan Ethiopian Airlines masih beroperasi seperti biasa namun tidak mengoperasikan penerbangan ke Amman (Jordania) dan Tel Aviv (Israel).

Sementara itu, ia mengatakan bahwa dua maskapai dalam negeri yang melewati ruang udara Timur Tengah yakni Garuda Indonesia dan Lion Air saat ini belum terdampak konflik.

Dudy menyebut, penerbangan Garuda Indonesia dan Lion Air menuju Jeddah belum terdampak, sedangkan penerbangan Garuda Indonesia menuju Amsterdam di reroute melalui Kairo (Mesir). “Aspek keselamatan dan keamanan penerbangan tetap menjadi prioritas utama,” kata Dudy.

Kementerian Perhubungan selalu berkoordinasi dengan Airnav Indonesia, maskapai penerbangan, pengelola bandara dan otoritas asing untuk memperbaharui informasi keamanan wilayah Timur Tengah serta memastikan penerbangan aman dan lancar.

Beberapa negara telah menutup ruang udara untuk semua kedatangan dan keberangkatan, baik penerbangan komersial maupun pribadi. Negara-negara tersebut antara lain Qatar, Uni Emirat Arab, Bahrain, Kuwait, Irak, dan Suriah.

“Kami telah berkoordinasi dan meminta maskapai memonitor kondisi ruang udara Timur Tengah, termasuk untuk perjalanan umrah,” katanya.

Dudy menyampaikan, dengan adanya beberapa pembatalan dan penyesuaian penerbangan, ia telah meminta maskapai dan pengelola bandara untuk memberikan penanganan terhadap penumpang yang terdampak sesuai prosedur yang berlaku.

Hal itu juga termasuk proses pembatalan dokumen perjalanan di area imigrasi, pengaturan akomodasi dan penjadwalan ulang penerbangan.

Dia juga memastikan operasional penerbangan pada seluruh bandara di Indonesia khususnya untuk rute internasional, tetap berlangsung dengan aman, lancar dan berjalan optimal, baik pada proses keberangkatan maupun kedatangan penumpang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *