banner 728x250

Bak Film Action! Sopir Calya Lawan Arus di Gunung Sahari Jadi Tersangka, Bawa Golok hingga Pistol Mainan

Mobil lawan arah di Jakpus tabrak sejumlah kendaraan. (dok. video viral)

ABNnews – Aksi nekat Hafiz Mahendra (25), pengemudi Toyota Calya yang viral karena melawan arus dan dikejar massa di Jalan Gunung Sahari, Jakarta Pusat, berbuntut panjang. Tak hanya melanggar lalu lintas, polisi menemukan fakta mengejutkan di dalam mobil hitam tersebut.

Hafiz kini telah resmi ditetapkan sebagai tersangka. Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Komarudin menyebut tersangka dijerat pasal berlapis UU LLAJ dengan ancaman maksimal 4 tahun penjara.

“Untuk kasus kecelakaannya sendiri, yang bersangkutan sudah ditetapkan sebagai tersangka,” ujar Komarudin di Kantor Polres Metro Jakarta Pusat, Kamis (26/2/2026).

Temuan Golok hingga Senjata Mainan

Saat digeledah, polisi menemukan “harta karun” mencurigakan di dalam dashboard dan bagasi mobil. Mulai dari dua senjata tajam jenis golok dan badik, hingga satu pucuk senjata api mainan.

Tak berhenti di situ, petugas juga menyita empat pasang pelat nomor kendaraan (TNKB) yang berbeda-beda. Satu pelat asli, sementara tiga lainnya diduga palsu. Saat kejadian, Hafiz menggunakan pelat D-1640-AHB yang ternyata bukan pelat aslinya.

“KTP yang digunakan kemungkinan besar juga tidak sesuai (palsu), karena kita cek tidak sesuai dengan data dari Dukcapil,” ungkap Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra.

Alibi KTP Palsu: Malu Sama Pacar!

Ada fakta unik di balik penggunaan identitas palsu tersebut. Kepada penyidik, Hafiz mengaku nekat menggunakan inisial ‘HF’ pada KTP palsunya demi mengelabui pacarnya yang ikut dalam mobil saat kejadian.

“Berdasarkan keterangan sementara, agar tidak diketahui identitas aslinya oleh pacarnya. Dia malu karena menurutnya dia kurang mampu,” jelas Roby. Saat diamankan, sang pacar pun mengaku KTP-nya tertinggal.

Kronologi Kejar-kejaran Mencekam

Drama ini bermula pada Rabu (25/2) sekitar pukul 17.00 WIB. Hafiz yang tidak memiliki SIM dan STNK panik saat hendak diberhentikan polisi karena menggunakan pelat palsu. Ia langsung tancap gas melawan arah dari arah Selatan ke Utara di Jalan Bungur Besar.

Mobil melaju kencang, menyerempet sejumlah mobil dan motor, hingga akhirnya terhenti di Jalan Gunung Sahari setelah dikepung massa dan petugas. Akibat aksinya, satu orang perempuan terluka dan sejumlah kendaraan mengalami kerusakan parah.

Kini, selain kasus lalu lintas, Satreskrim Polres Metro Jakarta Pusat juga mendalami indikasi rencana tindak kejahatan lain mengingat ditemukannya senjata tajam dan banyak pelat nomor palsu di mobil milik kakak tersangka tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *