ABNnews – Distribusi gas bumi di Indonesia kini tak lagi cuma mengandalkan pipa. Sebuah terobosan baru hadir di Jawa Timur lewat peresmian Kilang Mini LNG PT Liquid Nusantara Gas di Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER), Rabu (11/2/2026).
Fasilitas ini menjadi kilang mini LNG pertama di Pulau Jawa. Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot, menyebut kehadiran kilang ini menjadi momentum penting dalam optimalisasi gas produksi dalam negeri untuk industri dan pembangkit listrik.
“Peresmian kilang mini LNG ini merupakan momentum bagaimana kita bisa memanfaatkan gas produksi dalam negeri sebesar-besarnya untuk keperluan industri, pembangkit listrik, dan kegiatan ekonomi lain,” ujar Yuliot di Pasuruan.
Investasi Rp 247 Miliar, Pasok 7.000 Ton LNG Per Tahun
Kilang ini memanfaatkan pasokan gas dari Wilayah Kerja (WK) Madura Strait yang dikelola oleh Husky-CNOOC Madura Limited (HCML). Dengan nilai investasi mencapai Rp 247 miliar, fasilitas ini dirancang mampu memproduksi sekitar 20 ton LNG per hari atau hampir 7.000 ton per tahun.
Gas yang dicairkan menjadi LNG ini dinilai jauh lebih fleksibel untuk didistribusikan ke berbagai wilayah yang tidak terjangkau jaringan pipa konvensional.
TKDN Tembus 86%, Jauh Melampaui Target
Satu hal yang mencuri perhatian adalah tingginya keterlibatan komponen lokal dalam proyek ini. Yuliot mengungkapkan bahwa Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) kilang ini mencapai 86 persen.
“Capaian ini jauh di atas ketentuan standar kita yang sekitar 30-40 persen. Ini merupakan kolaborasi teknologi antara Indonesia dengan Galileo, perusahaan asal Argentina,” jelasnya.
Canggih! Bisa Produksi LNG Hanya dalam 5 Menit
Berdiri di atas lahan satu hektare, kilang ini mengandalkan teknologi modular bernama Cryobox. Direktur Utama PT Liquid Nusantara Gas, Wira Rahardja, menjelaskan keunggulan teknologi Nano LNG Liquefaction milik Galileo Technologies ini.
Berikut kecanggihan teknologi Cryobox:
* Cepat: Hanya butuh waktu 5 menit untuk mulai memproduksi LNG.
* Efisien: Mencapai kapasitas penuh hanya dalam waktu 10 menit.
* Modular: Mudah dipindahkan dan proses instalasi relatif cepat tanpa butuh infrastruktur tetap yang raksasa.
“Ke depan akan ada lima cryobox dengan kapasitas produksi sekitar 2.500 ton LNG per bulan,” tambah Wira.
Duta Besar Argentina untuk Indonesia, Gustavo Ricardo Coppa, turut mengapresiasi kolaborasi ini. Menurutnya, solusi modular ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat ketahanan energi bersih di Indonesia, terutama untuk wilayah kepulauan.













