ABNnews – Badai Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di Indonesia semakin mengganas. Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mencatat angka PHK sepanjang tahun 2025 melonjak tajam hingga menembus angka 88.519 orang.
Jumlah ini mengalami kenaikan sebesar 10.554 orang jika dibandingkan dengan periode tahun 2024 yang tercatat di angka 77 ribu orang. Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Kemnaker, Indah Anggoro Putri, mengungkapkan bahwa gejolak geopolitik dunia menjadi “biang kerok” utama.
“Pertama kan ada tekanan juga dari ekspor-impor, itu pasti. Kondisi dunia di 2025 awal terutama sampai semester pertama kan masih ada dinamika cukup tinggi, geopolitik, ada perang dan sebagainya, pasti itu pengaruh ke ekspor,” ujar Indah saat ditemui di Kompleks DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (21/1/2026).
Manufaktur Jadi Sektor Paling ‘Berdarah’
Sektor manufaktur kembali menjadi penyumbang angka PHK tertinggi tahun lalu. Sebagai sektor padat karya yang menyerap banyak tenaga kerja, manufaktur sangat rentan terhadap gangguan rantai pasok global.
Data yang dihimpun dari Pusat Data dan Teknologi Informasi Ketenagakerjaan Kemnaker menunjukkan bahwa 88.519 pekerja yang terkena PHK tersebut merupakan peserta program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) BPJS Ketenagakerjaan.
Jika ditarik ke belakang, tren PHK ini menunjukkan kenaikan yang mengerikan dalam empat tahun terakhir:
* 2022: 25.114 orang
* 2023: 64.855 orang
* 2024: 77.000 orang
* 2025: 88.519 orang
Jawa Barat Tempati Urutan Pertama
Peta jumlah PHK tertinggi masih berpusat di Pulau Jawa. Jawa Barat menjadi provinsi yang paling terdampak, disusul oleh Jawa Tengah dan Banten. Padatnya industri manufaktur di wilayah ini membuat angka kehilangan pekerjaan menjadi yang tertinggi di Indonesia.
Berikut adalah daftar 10 besar provinsi dengan jumlah PHK terbanyak sepanjang periode Januari-Desember 2025:
1. Jawa Barat: 18.815 orang
2. Jawa Tengah: 14.700 orang
3. Banten: 10.376 orang
4. DKI Jakarta: 6.311 orang
5. Jawa Timur: 5.949 orang
6. Sulawesi Selatan: 4.297 orang
7. Kalimantan Timur: 3.917 orang
8. Kepulauan Riau: 3.265 orang
9. Kalimantan Barat: 2.577 orang
10. Riau: 2.546 orang













