ABNnews – Bertepatan dengan peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day, Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita membawa kabar sejuk bagi sektor manufaktur.
Tak main-main, serapan tenaga kerja industri nonmigas di Indonesia mencetak rekor tertinggi hingga tembus di angka 20 juta orang lebih!
Angka ini menjadi bukti nyata bahwa industri pengolahan tetap kokoh menjadi tulang punggung ekonomi nasional. Menperin menegaskan, penguatan SDM yang adaptif dan melek teknologi digital adalah kunci rahasia di balik moncernya kinerja sektor ini.
Data terbaru menunjukkan tren penyerapan tenaga kerja yang terus melesat. Sempat berada di angka 15,49 juta orang pada 2015, jumlah pekerja industri pengolahan nonmigas kini melonjak drastis mencapai 20,26 juta orang pada Agustus 2025.
“Industri manufaktur selama ini konsisten menjadi motor penggerak utama perekonomian nasional. Penguatan SDM industri harus terus kita akselerasi melalui pendidikan vokasi dan penguasaan teknologi digital,” ujar Agus Gumiwang di Jakarta, Jumat (1/5/2026).
Kualitas SDM jebolan Kemenperin ternyata sudah diakui dunia. Lewat 11 politeknik, 2 akademi komunitas, dan 9 SMK binaan, ribuan lulusan kompeten berhasil dicetak setiap tahunnya. Menariknya, banyak siswa yang mengantongi sertifikasi internasional bergengsi seperti Siemens (Jerman) hingga Vapro (Belanda).
Kepala BPSDMI, Doddy Rahadi, mengungkapkan bahwa alumni sekolah vokasi Kemenperin kini sudah tersebar dan bekerja di 21 negara. Bahkan, serapan kerja lulusan ini diproyeksikan mencapai 100 persen hanya dalam waktu enam bulan setelah lulus.
Tak hanya mencetak pekerja, Kemenperin juga sukses menetaskan bos-bos baru. Lewat program Inkubator Bisnis di Balai Diklat Industri (BDI), sebanyak 37 tenant bisnis berhasil dibina sepanjang tahun lalu.
Hasilnya gila-gilaan! Perusahaan rintisan ini sukses mencetak total omzet fantastis hingga Rp 11,5 miliar dan mampu menyerap ratusan karyawan baru.
Demi menjawab tantangan transformasi digital, Kemenperin aktif menggeber program reskilling dan upskilling melalui Pusat Industri Digital Indonesia (PIDI) 4.0. Selain itu, ada juga “Kelas Industri Internasional” yang bekerja sama dengan raksasa dunia seperti Krakatau Posco (Korea Selatan) dan Morimitsu Industry (Jepang).
“Saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh pekerja industri di Indonesia. Kalian adalah tulang punggung industri nasional,” pungkas Menperin Agus Gumiwang di momen May Day ini.













