ABnnews – PT Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi (PIEP) langsung angkat bicara menyusul serangan militer Amerika Serikat (AS) ke Venezuela dan penangkapan Presiden Nicolas Maduro. PIEP menegaskan, aset minyak mereka di negara tersebut tidak terdampak oleh situasi politik dan keamanan terkini.
PIEP diketahui menguasai 71,09 persen saham perusahaan minyak dan gas asal Prancis, Maurel & Prom (M&P), yang memiliki aset operasional di Venezuela.
“Sehubungan dengan perkembangan situasi terkini, berdasarkan pemantauan yang dilakukan, hingga saat ini tidak terdapat dampak terhadap aset dan staf M&P di Venezuela,” kata Manager Relations PIEP Dhaneswari Retnowardhani dalam pernyataan tertulis, Senin (5/1).
PIEP Gandeng KBRI, Jaga Keselamatan Staf
Sebagai langkah antisipasi, Dhaneswari menyatakan PIEP terus berkoordinasi erat dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Caracas.
Upaya ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga keselamatan pekerja, sekaligus memastikan operasional aset migas tetap berjalan normal.
Pertamina memiliki aset migas di 11 negara, termasuk Aljazair, Irak, Gabon, dan Venezuela. Akuisisi dan pengelolaan lapangan migas ini bertujuan untuk mendukung kebutuhan energi domestik dan memperkuat ketahanan energi nasional.
Trump Ancam Kuasai Minyak Venezuela
Situasi di Venezuela memanas setelah Presiden Nicolas Maduro dan istrinya ditangkap dan dibawa ke AS. Serangan AS terhadap instalasi sipil dan militer juga dilaporkan menimbulkan ledakan besar di sejumlah negara bagian.
Presiden AS Donald Trump telah menyatakan pemerintahannya akan mengambil alih kendali Venezuela hingga transisi kekuasaan berlangsung. Ia bahkan mengumumkan rencana investasi miliaran dolar oleh perusahaan minyak AS untuk memulihkan produksi minyak di negara yang memiliki cadangan minyak terbesar dunia tersebut.
Sementara itu, Pemerintah Indonesia menyerukan semua pihak mengedepankan dialog, menahan diri, serta mematuhi hukum internasional, termasuk Piagam PBB.













