banner 728x250
Dunia  

Venezuela Berang Nicolas Maduro Ditangkap Militer AS: Kami Menuntut Bukti Dia Masih Hidup!

Presiden Venezuela, Nicolas Maduro ditangkap militer AS. (Foto: istimewa)

ABNnews — Wakil Presiden Venezuela, Delcy Rodriguez menyebut pihaknya tidak mengetahui keberadaan Nicolas Maduro, dan Ibu Negara, Cilia Flores, usai ditangkap militer Amerika Serikat (AS) pada Sabtu (03/01/2026) waktu setempat.

Maduro dan Cilia Flores ditangkap di Caracas bersamaan dengan serangan berskala besar AS ke Venezuela. Rodriguez mendesak AS segera memberi kejelasan mengenai nasib Maduro.

“Kami tidak tahu keberadaan Presiden Nicolas Maduro atau Ibu Negara Cilia Flores. Kami menuntut bukti dia masih hidup,” kata Delcy Rodriguez.

Diketahui, operasi serangan udara AS ke Caracas, Venezuela, berlangsung sekitar 30 menit pada Sabtu (03/01). Terdapat setidaknya tujuh ledakan yang terdengar di ibu kota Venezuela tersebut.

Pemerintah Venezuela sendiri menuduh AS tidak hanya menyerang infrastruktur militer, melainkan juga fasilitas umum. Namun seperti dikutip dari AP, sejauh ini belum diketahui pasti apakah serangan tersebut memakan korban jiwa

Sebelumnya, Presiden AS, Donald Trump mengklaim militer AS telah menangkap Maduro dan Cilia Flores. Pernyataan disampaikan Trump dalam unggahannya di media sosial Truth Social.

“Operasi ini dilakukan bekerja sama dengan penegak hukum AS. Detail lebih lanjut akan menyusul. Akan ada konferensi pers hari ini pukul 11 ​​pagi, di Mar-a-Lago,” katanya.

Pernyataan Trump ini menandai puncak dramatis dari tekanan berbulan-bulan yang dilancarkan AS untuk menggulingkan Maduro dari kursi pemerintahan di Venezuela.

Beredar kabar saat ini Maduro dan Cilia Flores sudah diterbangkan keluar dari wilayah Venezuela. Jaksa Agung AS, Pamela Bondi menyatakan Maduro dan Cilia Flores akan diadili di New York.

Bondi menyatakan kepala negara Venezuela tersebut dijerat pasal pidana tentang perdagangan narkoba hingga kepemilikan senjata api.

“Nicolas Maduro didakwa dengan (pasal) Konspirasi Narko-Terorisme, Konspirasi Impor Kokain, Kepemilikan Senapan Mesin dan Bahan Peledak, Konspirasi Kepemilikan Senapan Mesin dan Bahan Peledak Melawan Amerika Serikat,” kata Pamela Bondi via media sosial X.

“Mereka (Maduro dan istri) akan segera menghadapi kemarahan hukum Amerika, di tanah Amerika, di pengadilan Amerika.”

Nicolas Maduro diketahui telah didakwa di pengadilan federal AS sejak 2020 lalu. Dakwaan tersebut dikeluarkan otoritas kejaksaan AS saat periode pertama kepresidenan Donald Trump.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *