banner 728x250

Bibit Siklon 95B Menguat! BMKG Peringatkan Potensi Bencana Susulan di Sumatera

Ilustrasi (Foto: Antara)

ABNnews – Bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera beberapa hari terakhir dikhawatirkan akan disusul oleh bencana baru! Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengumumkan bahwa Bibit Siklon Tropis 95B yang terdeteksi di perairan timur Aceh mengalami penguatan signifikan.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengungkapkan, analisis menunjukkan 95B meningkatkan intensitas dan memicu potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat hingga ekstrem serta angin kencang di wilayah Aceh, Sumatra Utara, Sumatera Barat, Riau dan sekitarnya.

“Masyarakat di wilayah terdampak diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem akibat dampak dari Bibit Siklon 95B,” kata Faisal.

Tak hanya 95B, BMKG juga mendeteksi ancaman baru: keberadaan Meso Siklon Konvektif Kompleks (MCC) di Samudra Hindia barat Sumatra. Ancaman ini berpotensi memicu bencana susulan, khususnya untuk wilayah Mandailing Natal (Sumut) dan mayoritas wilayah Sumatera Barat.

MCC merupakan sistem badai petir berskala besar yang mampu menimbulkan hujan dengan intensitas sangat tinggi dalam durasi panjang, angin kencang, hingga hujan es—berpotensi memicu bencana susulan!

Peringatan BMKG ini muncul setelah bencana banjir dan longsor melanda lima kabupaten, Humbang Hasudutan, Agam, Mandailing Natal, Gayo Lues, dan Aceh Tenggara.

Plt. Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Lana Saria menyampaikan duka cita, sekaligus menjelaskan faktor utama kerentanan wilayah tersebut.

“Prioritas utama pemerintah saat ini adalah penanganan warga terdampak dan pemulihan wilayah,” ujar Lana di Jakarta, Sabtu (29/11/2025).

Badan Geologi menyebut bencana dipicu oleh tiga faktor utama: Curah hujan tinggi hingga ekstrem (dominan), Kondisi geomorfologi curam hingga sangat curam serta Litologi yang lapuk dan mudah tererosi.


Lana Saria secara khusus menyoroti lokasi bencana di Sumatera Utara, di mana Kota Sibolga dikelilingi perbukitan curam. “Kota Sibolga berada pada zona potensi gerakan tanah menengah-tinggi,” tegasnya.

Untuk mitigasi, ESDM mendorong penguatan kapasitas masyarakat desa rawan bencana melalui identifikasi tanda awal longsor, jalur evakuasi, hingga pengendalian tata guna lahan pada lereng curam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *