ABNnews – Nasib pilu dialami seorang bocah perempuan berusia 3,5 tahun di Kota Bandung, Jawa Barat. Balita malang tersebut diduga menjadi korban pemerkosaan oleh ayah kandungnya sendiri, IS, yang berprofesi sebagai dokter.
Akibat dugaan aksi biadab tersebut, korban sampai terinfeksi penyakit menular seksual jenis gonore.
Kini, terduga pelaku dilaporkan membawa kabur korban sejak 28 September 2026. Keberadaan dokter umum yang memiliki klinik mandiri dan apotek di Kota Bandung itu belum ditemukan hingga Selasa (20/10/2026).
Kuasa hukum ibu korban, Debi Agusfriansa, menyatakan laporan dugaan kekerasan seksual telah disampaikan ibu korban ke Direktorat Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polda Jawa Barat pada 28 September 2026, bertepatan saat korban dibawa lari oleh pelaku.
“Dari tanggal 28 September hingga hari ini, belum ada perkembangan terkait di mana dan kapan si terduga pelaku ini akan ditangkap. Makanya kita agak khawatir karena takutnya si terduga pelaku ini melakukan hal yang sama,” ujar Debi dikutip kumparan, Rabu (21/10/2026).
Debi menyebut terduga pelaku sementara diduga masih berada di wilayah Jawa Barat. Sempat ada komunikasi singkat lewat pesan singkat dari pelaku, namun komunikasi itu langsung terputus karena pelaku memblokir kontak ibu korban.
Hasil Visum Ungkap Infeksi Gonore dan Robekan
Dugaan kekerasan seksual ini mulai dicurigai sang ibu sejak November 2025 lalu. Saat itu, korban berulang kali mengeluhkan rasa sakit saat buang air kecil.
Setelah dilakukan pemeriksaan medis lanjutan ke dokter spesialis obstetri dan ginekologi (obgyn), ditemukan adanya luka pada organ intim korban beserta infeksi bakteri gonokokus (kencing nanah).
“Hasil keterangan laboratorium dan visum, berdasarkan yang kami ketahui, menunjukkan adanya gonore. Robekan ada, gonore ada,” tegas Debi.
Berdasarkan pengakuan korban kepada ibunya, tindakan kekerasan seksual itu dilakukan secara berulang. Korban juga mengaku pernah dibawa ke sebuah hotel di Kota Bandung, diperlihatkan video porno, dan diajak membeli alat kontrasepsi di supermarket sebelum menuju hotel.
Berawal Pertemuan Berujung Kejar-kejaran Mobil
Aksi pembawaan kabur korban berawal saat terduga pelaku menghubungi ibu korban dengan dalih ingin bertemu anak. Ibu korban tidak menyangka pertemuan tersebut berakhir dengan pengambilan paksa korban.
Sempat terjadi aksi kejar-kejaran menggunakan mobil ketika terduga pelaku langsung membawa lari korban secara paksa dari lokasi pertemuan.
Atalia Praratya Kawal Kasus, Minta Polda Jabar Gerak Cepat
Kasus ini menyita perhatian Anggota Komisi VIII DPR RI Dapil Jabar I, Atalia Praratya. Lewat unggahan di media sosial, Atalia mendesak Direktorat PPA Polda Jawa Barat segera melacak keberadaan pelaku serta menyelamatkan korban.
Atalia yang menerima pengaduan langsung bersama tim Jabar Bantuan Hukum mengungkapkan bahwa rekam medis dan visum menunjukkan bukti nyata adanya luka, kemerahan, hingga infeksi gonore. Korban balita tersebut bahkan disebut mampu memperagakan tindakan yang dialaminya.
“Mohon dengan sangat agar jajaran Kepolisian, khususnya direktorat PPA @polda_jawabarat, dapat bergerak cepat melacak keberadaan terduga pelaku dan menyelamatkan anak ini,” desak Atalia.










