Diseret Isu Video Viral 13 Menit, Poltekkes Bandung Beberkan Bukti Hasil Penelusuran Internal

Ilustrasi (Foto: ist)

ABNnews – Poltekkes Kemenkes Bandung akhirnya membeberkan bukti dari hasil penelusuran internal untuk membantah keterlibatan mahasiswinya dalam video viral berdurasi 13 menit yang beredar di media sosial.

Pihak kampus secara tegas memastikan bahwa perempuan berseragam putih dalam rekaman tersebut bukan bagian dari institusi mereka.

Pernyataan resmi ini dikeluarkan menyusul maraknya perbincangan warganet terkait video berunsur dewasa yang sempat diunggah pada Minggu (4/10/2026) di sebuah situs dewasa.

Adanya atribut pakaian bertuliskan KEMENKES dalam video tersebut sempat memicu dugaan liar yang mengarah ke Poltekkes Kemenkes Bandung.

Melalui akun Instagram resmi @polkesbandung, pihak kampus menyampaikan klarifikasi guna meluruskan narasi yang berkembang liar. Salah satu bukti utama yang dibeberkan kampus terletak pada detail atribut pakaian yang dikenakan sosok dalam video.

Berdasarkan penjelasan resmi Poltekkes Bandung, desain seragam, bentuk dan posisi logo, serta atribut visual lainnya yang terlihat dalam rekaman dipastikan berbeda jauh dan tidak sesuai dengan standar atribut resmi mahasiswa Poltekkes Kemenkes Bandung.

Pihak kampus menegaskan bahwa keberadaan tulisan atau atribut yang menyerupai identitas sebuah institusi tidak bisa serta-merta dijadikan bukti bahwa orang yang mengenakannya merupakan bagian dari kampus tersebut.

Kampus juga mengimbau masyarakat agar tidak ikut menyebarkan informasi yang belum terverifikasi demi menjaga nama baik institusi maupun individu.

Isu hangat ini turut direspons oleh Kementerian Kesehatan. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, mengungkapkan pihaknya telah berkoordinasi langsung dengan pihak Poltekkes Kemenkes Bandung.

Dari pengamatan Kemenkes, bordir tulisan Poltekkes pada bagian dada pakaian dalam video dipastikan bukan identitas Poltekkes Kemenkes Bandung. Selain itu, pemeriksaan terhadap database mahasiswa dan pegawai telah dilakukan secara menyeluruh.

“Berdasarkan pemeriksaan daftar mahasiswa dan pegawai, tidak ditemukan mahasiswi yang memiliki kemiripan dengan perempuan dalam rekaman tersebut,” ujar Aji.

Klarifikasi dari Kemenkes dan Poltekkes Bandung menjadi acuan penting di tengah derasnya spekulasi di internet. Masyarakat diimbau untuk lebih bijak dan tidak memburu, mengunduh, maupun membagikan ulang tautan video intim tersebut karena dapat merugikan privasi orang lain serta berisiko disusupi malware atau aksi pencurian data pribadi (phishing).

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait penanganan kasus penyebaran video tersebut. Publik pun diminta tidak terburu-buru menyimpulkan identitas pihak dalam video dan mengutamakan keterangan resmi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *