Bisa Dilihat Mata Telanjang, Hujan Meteor Taurid Selatan Melesat di Langit Indonesia

Ilustrasi hujan meteor(SHUTTERSTOCK/SKY2020)

ABNnews – Langit malam Indonesia kedatangan fenomena astronomi yang menarik. Hujan meteor Taurid Selatan menghiasi langit Oktober 2026 dan diprediksi mencapai puncak aktivitasnya pada hari ini, Sabtu (10/10/2026).

Fenomena langit ini dapat disaksikan langsung dengan mata telanjang tanpa memerlukan peralatan khusus.

Taurid Selatan terjadi ketika Bumi melintasi jalur debu dan serpihan yang ditinggalkan benda langit saat mengorbit Matahari. Ketika partikel-partikel tersebut memasuki atmosfer Bumi dengan kecepatan tinggi, gesekan dengan udara membuatnya berpijar dan terlihat sebagai meteor. Waktu pengamatan menjadi penting karena jumlah meteor yang terlihat dipengaruhi oleh posisi titik kemunculan hujan meteor dan kondisi langit.

Hujan meteor Taurid Selatan berasal dari material debu dan serpihan yang ditinggalkan Komet 2P/Encke saat mengorbit Matahari. Mengutip dari NASA, Komet 2P/Encke merupakan komet induk dari aliran meteor Taurid yang setiap tahun melintasi orbit Bumi. Ketika Bumi melewati jalur material tersebut, partikel-partikel kecilnya memasuki atmosfer dengan kecepatan tinggi dan terbakar sehingga terlihat sebagai meteor.

International Astronomical Union (IAU) Meteor Data Center juga mencatat Taurid Selatan sebagai bagian dari Taurid Complex dengan 2P/Encke sebagai parent body.

Komet 2P/Encke sendiri membutuhkan sekitar 3,3 tahun untuk menyelesaikan satu kali orbit mengelilingi Matahari. Karena jalur debu komet tersebut berukuran luas, Bumi bisa melewatinya dalam periode yang cukup panjang dan menghasilkan aktivitas Taurid Selatan setiap tahun.

Hujan meteor Taurid Selatan aktif pada 10 September–20 November 2026, dengan puncak aktivitas diperkirakan terjadi pada 10 Oktober 2026. Mengutip dari In-The-Sky.org, hujan meteor ini mulai bisa diamati pada pukul 18.48 WIB ketika titik kemunculannya di rasi Cetus terbit di ufuk timur. Hujan meteor tersebut kemudian bisa diamati hingga menjelang fajar atau sekitar pukul 05.10 WIB.

Waktu terbaik untuk mengamatinya sekitar pukul 01.00 WIB, ketika titik kemunculan meteor berada paling tinggi di cakrawala. Puncak aktivitas diperkirakan berlangsung pada 23.00 WIB sehingga pengamatan juga bisa dilakukan setelah titik kemunculannya terbit pada malam 10 Oktober hingga sebelum fajar 11 Oktober.

Pada kondisi langit ideal, Taurid Selatan diperkirakan menghasilkan sekitar 5 meteor per jam, sedangkan dari Jakarta jumlahnya diperkirakan mencapai 4 meteor per jam.

Mengamati hujan meteor Taurid Selatan tidak membutuhkan peralatan khusus atau teknik yang rumit. Kamu bisa melihat fenomena ini dengan mata telanjang selama kondisi langit mendukung. Tips yang bisa dilakukan agar pengamatan berlangsung dengan nyaman:

* Pilihlah tempat yang jauh dari cahaya kota dan lampu agar meteor yang redup lebih mudah terlihat.

* Pastikan cuaca cerah (minim awan, mendung, atau hujan).

* Biarkan mata menyesuaikan diri dengan kondisi gelap selama sekitar 20–30 menit dan hindari melihat layar ponsel terlalu sering.

* Amati dengan mata telanjang karena hujan meteor bisa datang dari berbagai arah (bidang pandang yang luas).


Hujan meteor Taurid Selatan menjadi salah satu fenomena langit yang menarik untuk diamati pada Oktober 2026. Dengan waktu aktif yang cukup panjang dan puncak aktivitas pada 10 Oktober, kamu punya kesempatan untuk menyaksikan kilatan meteor di langit malam hingga menjelang fajar. Jadi, sudah siap berburu meteor Taurid Selatan pekan ini?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *