ABNnews – Guna megenjot peningkatan kualitas tata kelola dan layanan teknis penerbangan nasional, Balai Teknik Penerbangan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan resmi meraih Sertifikat Sistem Manajemen Mutu SNI ISO 9001:2015.
Raihan sertifikasi ini menjadi bagian dari komitmen Balai Teknik Penerbangan untuk memastikan seluruh proses kerja dilaksanakan secara terstruktur, konsisten, terdokumentasi, serta berorientasi pada kepuasan para pemangku kepentingan (stakeholders) di bidang penerbangan.
Kepala Balai Teknik Penerbangan, Rinaldi mengungkapkan bahwa perolehan sertifikat SNI ISO 9001:2015 ini merupakan hasil komitmen serta kerja keras kolektif seluruh jajaran dalam melakukan pembenahan alur kerja.
“Sertifikasi SNI ISO 9001:2015 bukan sekadar pencapaian administratif, tetapi menjadi bagian dari komitmen kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan teknis penerbangan. Yang paling penting adalah bagaimana standar dan prinsip manajemen mutu tersebut diterapkan secara konsisten dalam pekerjaan sehari-hari,” kata Rinaldi di Jakarta, Jumat (9/10/2026).
Rinaldi membeberkan, proses panjang untuk mengantongi sertifikat tersebut menuntut tingkat koordinasi yang solid, kedisiplinan tinggi, evaluasi berkala, serta komitmen penuh dari seluruh pegawai.
“Kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim dan pegawai Balai Teknik Penerbangan yang telah berkontribusi dalam proses ini, termasuk auditor internal serta pihak eksternal yang telah memberikan pendampingan dan melakukan penilaian secara objektif,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa penerimaan sertifikat ini bukanlah garis akhir dari proses peningkatan mutu, melainkan pendorong agar budaya mutu dapat terwujud secara berkelanjutan.
“Tantangan berikutnya adalah mempertahankan dan meningkatkan standar yang telah dicapai. Kami ingin budaya mutu menjadi bagian dari cara kerja sehari-hari, bukan hanya ketika menghadapi proses audit. Evaluasi dan perbaikan harus terus dilakukan agar layanan yang diberikan semakin baik, cepat, akurat, dan akuntabel,” jelas Rinaldi.
Penerapan sistem manajemen mutu ini juga diharapkan mampu memetakan serta memitigasi potensi risiko di setiap proses kerja, sehingga keandalan layanan teknis penerbangan tetap terjaga.
Langkah maju Balai Teknik Penerbangan ini turut mendapat apresiasi tinggi dari Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Achmad Setiyo Prabowo. Ia menilai penerapan sistem manajemen mutu merupakan instrumen penting agar operasional Ditjen Perhubungan Udara berjalan profesional dan terukur.
“Pencapaian ini merupakan bukti komitmen Balai Teknik Penerbangan dalam membangun tata kelola organisasi yang profesional, akuntabel, dan transparan. Namun, sertifikasi ini bukan tujuan akhir. Yang lebih penting adalah bagaimana standar mutu tersebut menjadi budaya kerja dan diterapkan secara konsisten,” imbau Achmad.
Achmad menegaskan krusialnya perbaikan secara berkelanjutan melalui evaluasi rutin dan perbaikan hasil audit secara berkala.
“Standar mutu harus memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan keandalan layanan teknis dan mendukung penyelenggaraan transportasi udara yang selamat, aman, nyaman, tertib, dan berkesinambungan,” tambahnya.
Menutup keterangannya, Rinaldi menegaskan pihaknya siap menguatkan penerapan sistem manajemen mutu dengan memegang teguh prinsip Safety, Innovation, Accountable, dan Professionalism (SIAP).
“Momentum ini akan kami jadikan sebagai dorongan untuk terus berbenah dan berinovasi. Kami berkomitmen menjaga konsistensi penerapan sistem manajemen mutu serta meningkatkan kualitas layanan teknis penerbangan untuk mendukung keselamatan, keamanan, dan keandalan transportasi udara nasional,” pangkas Rinaldi.












