ABNnews – Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud) Kementerian Perhubungan meluncurkan Layanan Mamografi Digital canggih di BLU Balai Kesehatan Penerbangan (Balai Hatpen), Jakarta, Jumat (2/10/2026).
Langkah strategis ini dilakukan untuk menekan risiko serta memperkuat deteksi dini kanker payudara bagi personel penerbangan wanita dan masyarakat umum.
Peresmian dilakukan secara langsung oleh Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, dengan dihadiri oleh jajaran pejabat Kemenhub serta pemangku kepentingan sektor penerbangan, mulai dari mitra kerja, maskapai penerbangan, hingga instansi terkait.
BLU Balai Hatpen bertugas memastikan kelaikan kesehatan personel penerbangan sekaligus melayani masyarakat umum. Peluncuran layanan ini sejalan dengan meningkatnya peran perempuan di sektor penerbangan nasional, yang kini mencapai sekitar 25 persen dari total personel.
Melalui fasilitas anyar ini, Ditjen Hubud berkomitmen memastikan kelaikan kesehatan seluruh personel secara setara, sekaligus mendukung kesetaraan gender dan menciptakan lingkungan kerja yang inklusif.
Dirjen Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, menegaskan bahwa kesehatan yang optimal tidak hanya bertumpu pada pengobatan, tetapi juga pada tindakan pencegahan dan deteksi dini.
“Salah satu tantangan kesehatan terbesar saat ini, khususnya bagi kaum wanita, adalah risiko kanker payudara. Berdasarkan data medis, deteksi dini merupakan kunci utama dalam meningkatkan peluang kesembuhan secara signifikan,” ujar Lukman.
Pemeriksaan mamografi di Balai Hatpen didukung oleh peralatan berteknologi mutakhir serta tim medis yang profesional dan berpengalaman, sehingga proses pemeriksaan dipastikan akurat, aman, dan nyaman.
“Peluncuran layanan mamografi ini bukan sekadar penambahan fasilitas fisik semata, melainkan simbol komitmen Balai Hatpen dalam mengusung nilai-nilai keselamatan, kesehatan, dan inovasi sebagai bagian dari peningkatan pelayanan,” lanjut Lukman.
Sementara itu, Kepala BLU Balai Kesehatan Penerbangan, Capt. Renato Joelfian Joesaki, mengemukakan keunggulan fasilitas baru tersebut yang mengusung teknologi nyaman bagi pasien.
“Fasilitas yang digunakan merupakan digital painless mammography, yaitu pemeriksaan mamografi digital yang dirancang lebih nyaman bagi pasien. Kami berharap kehadiran fasilitas ini dapat memperkuat mutu pelayanan Balai Hatpen secara profesional,” terang Renato.
Tak berhenti di situ, Renato membocorkan peta jalan pengembangan fasilitas diagnostik di Balai Hatpen. Pada tahun 2027 mendatang, Balai Hatpen berencana menghadirkan layanan CT-Scan guna memperkuat standar keselamatan penerbangan serta pelayanan kesehatan publik.
Lukman berharap layanan ini dimanfaatkan secara maksimal oleh personel penerbangan maupun masyarakat umum. Ditjen Hubud menegaskan akan terus mendorong sinergi dengan seluruh stakeholder demi mewujudkan insan penerbangan yang sehat, andal, dan siap mendukung keselamatan penerbangan nasional.












