Mentereng di Usia 81 Tahun, KAI Bukukan Pendapatan Rp 18 Triliun di Semester I 2026

Foto dok PT KAI

ABNnews- PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menunjukkan kinerja yang mentereng di usianya yang ke-81 tahun dengan membukukan pendapatan konsolidasi sekitar Rp 18 triliun pada semester I 2026.

Capaian positif ini ditopang oleh lonjakan jumlah penumpang yang memanfaatkan moda transportasi berbasis rel sepanjang periode tersebut.

Sepanjang Januari hingga Juni 2026, KAI Group mencatat peningkatan signifikan dengan melayani hingga 258,99 juta pelanggan.

Angka tersebut naik 7,55 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, sekaligus membuktikan besarnya ketergantungan dan kebutuhan masyarakat terhadap layanan kereta api.

“Sepanjang Semester I 2026, KAI Group melayani 258,9 juta pelanggan, meningkat 7,55 persen dibandingkan 240,8 juta pelanggan pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pada periode yang sama, pendapatan konsolidasi KAI mencapai sekitar Rp 18 triliun,” kata Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin pada peringatan HUT ke-81 KAI di Bandung, Senin (28/9/2026).

Bobby menuturkan, selama 81 tahun mengabdi, KAI terus memperkuat perannya dalam melayani mobilitas publik serta mendukung konektivitas nasional.

Dengan mengusung tema “Semakin Melayani”, KAI berkomitmen agar setiap transformasi dan pertumbuhan perusahaan selalu dibarengi dengan peningkatan mutu pelayanan serta dampak positif bagi masyarakat.

Lonjakan angka penumpang dan pendapatan tersebut menjadi modal utama KAI untuk memperkuat kapasitas, keandalan armada, keselamatan, hingga integrasi antarmoda yang semakin terhubung.

Tak hanya bergantung pada bisnis angkutan penumpang, KAI juga gencar mengoptimalkan pendapatan non-angkutan (non-farebox). Strategi ini dijalankan lewat optimalisasi aset, pengembangan kawasan, serta penciptaan peluang bisnis baru guna mengantisipasi perubahan kebutuhan mobilitas masyarakat.

Langkah konkret tersebut dilakukan melalui revitalisasi berbagai stasiun, pengembangan layanan pariwisata lewat The Nusantara Explorer, hingga pemanfaatan aset tanah untuk mendukung hunian terintegrasi dengan transportasi publik (Transit-Oriented Development).

“Pertumbuhan membawa tanggung jawab yang semakin besar. Kebutuhan mobilitas yang terus meningkat harus kita jawab melalui peningkatan kapasitas dan keandalan layanan, penguatan sarana dan prasarana, serta keselamatan dan integrasi antarmoda,” jelas Bobby.

“Ke depan, setiap investasi dan transformasi harus semakin memperkuat KAI sekaligus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Inilah makna ‘Semakin Melayani’ yang kita wujudkan bersama,” imbuhnya.

Di sektor logistik, KAI memfokuskan pengembangan layanan angkutan barang guna memangkas biaya distribusi nasional dan memperlancar arus barang antarwilayah.

Dalam peta jalan perusahaannya, KAI membidik pembentukan ekosistem layanan perkeretaapian yang efisien, modern, dan berkelanjutan menuju status operator kelas dunia melalui digitalisasi dan pemanfaatan teknologi terkini.

“Visi dan misi ini menjadi arah bagi KAI untuk terus bertumbuh dengan pelayanan sebagai orientasi utama. Keselamatan menjadi prioritas dalam setiap perjalanan, disertai peningkatan keandalan layanan, pemanfaatan teknologi, pengembangan bisnis, serta kapabilitas organisasi yang mampu mengikuti perubahan kebutuhan masyarakat,” tegas Bobby.

Memasuki usia ke-81 dengan rekam jejak panjang perkeretaapian Indonesia yang telah berusia 159 tahun Bobby menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh jajaran insan KAI Group beserta keluarga yang terus bekerja keras mendukung kemajuan perusahaan.

“Atas nama Direksi, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh Insan KAI Group dan keluarga atas kerja keras, dedikasi, dan dukungan yang telah diberikan. Mari kita jadikan HUT ke-81 ini sebagai momentum untuk memperkuat kebersamaan, menjaga keselamatan, meningkatkan kinerja, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *