ABNnews – Kabar duka datang dari Malaysia. Tun Dr Siti Hasmah, istri dari mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Mohamad, meninggal dunia dalam usia 100 tahun.
Kabar berpulangnya Siti Hasmah dikonfirmasi oleh putranya, Mokhzani Mahathir, saat dihubungi kantor berita Bernama, Senin (28/9/2026).
Berdasarkan laporan The Star dan Bernama, mendiang menghembuskan napas terakhirnya di Institut Jantung Nasional (IJN) pada Senin pagi waktu setempat.
Lahir pada 12 Juli 1926 di Klang, Selangor, Siti Hasmah dikenal sebagai salah satu dokter perempuan Melayu pertama di Malaysia yang mengabdikan diri dalam karier panjang di bidang kedokteran, kesehatan masyarakat, dan pekerjaan sosial.
Mendiang menempuh pendidikan kedokteran di King Edward VII College of Medicine di Singapura dan berhasil lulus pada tahun 1955.
Setelah bergabung dengan Kementerian Kesehatan Malaysia, ia bertugas sebagai pejabat medis di berbagai wilayah, termasuk Kedah, dengan fokus utama pada kesehatan masyarakat serta layanan kesehatan ibu dan anak.
Siti Hasmah resmi menikah dengan Mahathir Mohamad pada tahun 1956. Dari pernikahan tersebut, keduanya dikaruniai tujuh orang anak, di antaranya Marina Mahathir yang dikenal sebagai aktivis sosial dan penulis, serta Mukhriz Mahathir selaku mantan Menteri Besar Kedah.
Selama Mahathir Mohamad menjabat sebagai PM Malaysia pada periode 1981–2003 dan kembali pada 2018–2020, Siti Hasmah aktif terlibat dalam berbagai inisiatif nasional di bidang kesehatan, kesejahteraan perempuan, serta kegiatan sosial.
Beliau juga memegang peran kepemimpinan penting di berbagai organisasi, termasuk Asosiasi Pandu Puteri Malaysia, serta gencar mengampanyekan kesejahteraan keluarga, pemberdayaan perempuan, hingga pencegahan penyalahgunaan narkoba.
Hingga akhir hayatnya, Siti Hasmah tetap dikenang sebagai sosok tokoh publik terkemuka yang senantiasa mendampingi Mahathir Mohamad dengan penuh dedikasi bahkan setelah sang suami pensiun dari dunia politik.












