ABNnews – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mendadak mengamuk dan melabeli diplomat dunia sebagai “pengecut moral” saat menyampaikan pidato dalam Sidang Umum PBB di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat, Kamis (24/9/2026).
Amukan Netanyahu terpelatuk usai aksinya naik podium disambut cemoohan riuh serta aksi walk out massal dari delegasi puluhan negara, termasuk Indonesia.
Lebih dari 70 negara secara serentak mengosongkan area ruang sidang utama begitu nama Netanyahu dipanggil pimpinan sidang.
Bahkan, beberapa delegasi dari negara Timur Tengah seperti Yordania dan Mesir sudah terlebih dahulu meninggalkan meja diplomat sebelum pimpinan Israel itu melangkah ke podium.
Momen kekecewaan dan protes keras diplomat dunia tersebut terekam dalam video yang viral di media sosial.
Begitu pengumuman pidato terdengar, para diplomat berdiri dari kursi masing-masing dan berbondong-bondong menuju pintu keluar hingga memicu antrean panjang.
Suasana sidang sempat ricuh lantaran para delegasi tak sekadar berjalan keluar, melainkan turut menyoraki dan mencemooh Netanyahu.
Kondisi ini membuat pimpinan sidang sibuk mengetukkan palu dan berulang kali memohon agar para peserta menjaga ketertiban.
Melihat ruangan yang tadinya penuh sesak mendadak sepi melompong, Netanyahu tak mampu menyembunyikan rasa kesalnya. Dalam pembukaan pidatonya, ia merespons aksi walk out tersebut dengan nada tinggi.
“Jika ada pengecut moral yang belum meninggalkan ruangan ini, silakan lakukan sekarang,” cetus Netanyahu di tengah gelombang sorakan cemoohan yang masih menggema di dalam ruangan.
Tak berhenti di situ, Netanyahu turut melampiaskan kemarahannya dengan mencecar sejumlah pimpinan dan pejabat dunia.
Ia secara terbuka menyerang Wali Kota New York Zohran Mamdani dengan tuduhan anti-Semit, seraya mengklaim keberadaan Mamdani membuat warga Yahudi di New York tidak merasa aman.
Sikap keras Netanyahu terhadap Mamdani disinyalir dipicu oleh ancaman sang Wali Kota yang menegaskan bakal mengeksekusi surat perintah penangkapan dari Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) atas tuduhan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.
Selain Mamdani, Netanyahu menyasar Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dengan sebutan tiran dan menuding negara tersebut menyokong kelompok Hamas. Ia juga mengarahkan serangan verbalnya ke Iran dengan menyebut rezim pemerintahan di sana sebagai diktator kejam.












