Gak Boleh ‘Palugada’ Lagi! Pemerintah Pangkas Ribuan BUMN Cuma Sisa 250 Perusahaan

Wakil Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN Tedi Bharata / Foto: Heri Purnomo

ABNnews – Pemerintah bakal memangkas drastis jumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) beserta anak-cucu usahanya dari yang semula berjumlah lebih dari 1.000 perusahaan menjadi hanya tersisa sekitar 250 hingga 300 perusahaan saja.

Langkah pemangkasan besar-besaran ini dilakukan agar BUMN menghentikan kebiasaan bisnis ‘palugada’ (apa lu mau gua ada) dan kembali fokus pada bisnis inti (core business).

Dilansir dari detikcom, Wakil Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN, Tedi Bharata, menegaskan bahwa proses pemangkasan (streamlining) ini terus berjalan sesuai target untuk diselesaikan pada tahun ini.

“Lebih dari 1.000 perusahaan kita turunkan menjadi 250 sampai dengan 300 nantinya. Dan kita masih on the track untuk tahun ini kita lakukan. Tentunya streamlining ini tentunya untuk tadi, apa? Agar satu, fokus,” ujar Tedi dalam acara Antara Business Forum 2026 di Hotel Fairmont, Jakarta, Rabu (23/9/2026).

Tedi menekankan bahwa dengan kembali ke bisnis inti, BUMN tidak perlu lagi menggarap semua bidang usaha secara mandiri seperti yang marak terjadi pada masa lalu.

“Bahwa BUMN ini perlu kembali ke core business. Jangan semua ini dikerjakan sendiri, palugada. Itu zaman dulu, semuanya dikerjakan sendiri ya, enggak, enggak boleh,” kata Tedi.

Lebih lanjut, Tedi menjelaskan bahwa proyek atau lini bisnis yang berada di luar core business BUMN nantinya wajib diserahkan atau dikerjakan melalui pola kerja sama dengan sektor swasta. Kebijakan ini diambil demi mendorong pemerataan pertumbuhan ekonomi di seluruh lini sektor.

“Artinya kalau yang memang di luar core, kerja sama dengan swasta. Swasta harus menjadi bagian dari pertumbuhan kita. Gak bisa semua dilakukan oleh BUMN. Sehingga BUMN cukup fokus kepada core business-nya sendiri,” terangnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *