Kepadatan Jalur Pelabuhan Ketapang Mulai Terurai, KSOP Tanjung Wangi Siapkan Dermaga Bulusan

Foto dok Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Tanjung Wangi

ABNnews – Kepadatan arus kendaraan logistik di jalur akses menuju Pelabuhan Penyeberangan Ketapang, Banyuwangi, mulai terurai signifikan.

Sebagai langkah penguraian kemacetan lanjutan, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Tanjung Wangi kini menyiapkan Dermaga Bulusan sebagai opsi dermaga sandar tambahan.

Pembenahan dan optimalisasi infrastruktur ini dilakukan menyusul penyusutan panjang antrean truk logistik dari yang semula mencapai 9,4 kilometer pada Minggu malam (6/9) kini menjadi 2,5 kilometer pada Senin sore (7/9), dengan ekor antrean berada di depan Terminal Sritanjung.

Kepala KSOP Kelas III Tanjung Wangi, Capt. Purgana, menjelaskan bahwa kendati antrean menyusut, sejumlah tantangan di lapangan masih terus ditangani secara intensif.

“Selain faktor kapasitas kapal dan perbaikan salah satu dermaga di Gilimanuk, terdapat kendala operasional berupa keterbatasan kapasitas Kantong Parkir/RTK ALP yang dikelola BUMDes, yang hanya mampu menampung sekitar 85 unit kendaraan. Kondisi tersebut menyebabkan sebagian truk terpaksa parkir di bahu jalan. Kami juga mencatat adanya kendala pada mekanisme ticketing melalui jasa pengurus truk,” terang Capt. Purgana.

Guna memuluskan rencana pemanfaatan Dermaga Bulusan sebagai tempat sandar KMP Port Link 7, KSOP Tanjung Wangi menggelar survei bathimetri pada Selasa (8/9/2026). Pemetaan ini ditujukan untuk mengukur kedalaman perairan serta mengevaluasi posisi dolphin yang jatuh guna memastikan pemenuhan aspek keselamatan pelayaran.

Di samping menyiapkan Dermaga Bulusan, dua kapal tambahan berkapasitas besar dikerahkan untuk mempercepat pengangkutan kendaraan dari Jawa menuju Bali:

* KMP Jatra I: Tiba pada Selasa (8/9) pukul 02.00 WIB.

* KMP Port Link: Tiba pada Selasa (8/9) pukul 07.30 WIB.


“Rencana penambahan kapal dan optimalisasi fasilitas sandar diharapkan dapat meningkatkan kapasitas angkut sekaligus membantu mempercepat penguraian antrean. Namun, seluruh langkah operasional tetap harus memenuhi aspek keselamatan dan keamanan pelayaran,” tegas Capt. Purgana.

KSOP Tanjung Wangi terus memperkuat kolaborasi bersama Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD), PT ASDP Indonesia Ferry, serta para operator kapal. Fokus penanganan meliputi optimalisasi operasional kapal, pengawasan kelaiklautan, pengaturan pola sandar, hingga percepatan penerbitan Surat Persetujuan Berlayar (SPB).

Para pengemudi armada logistik dan pengguna jasa penyeberangan diimbau untuk selalu tertib, menaati arahan petugas di lapangan, serta tidak memotong jalur antrean demi kelancaran bersama di lintas Ketapang–Gilimanuk.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *