Data Terbaru Basarnas: 51 Orang Meninggal Dunia Akibat Gempa M 7 di NTT

Foto: ANTARA FOTO/Gregorio J Gilbert

ABNnews – Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) merilis data terbaru korban gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT).

Berdasarkan pemutakhiran data hingga Minggu (16/8/2026) pagi, jumlah korban meninggal dunia bertambah menjadi 51 orang.

Proses pencarian dan evakuasi oleh tim SAR gabungan masih terus digencarkan di berbagai titik lokasi terdampak.

“Per pukul 09.00 tadi pagi hari ini, bahwa total korban meninggal dunia ada 51,” ungkap Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI M Syafii dalam konferensi pers, Minggu (16/8/2026).

Syafii menjelaskan bahwa para korban meninggal ditemukan di lokasi yang tersebar. Selain menelan puluhan korban jiwa, puluhan warga lainnya dilaporkan mengalami luka-luka serius.

“Luka berat 64 warga,” ujarnya.

Sebelumnya, tim SAR sempat merilis data awal korban tewas sebanyak 48 orang. Berdasarkan pendataan sementara yang telah diverifikasi per pukul 08.30 WITA, tercatat 112 orang terdampak gempa, yang terdiri atas 48 orang meninggal dunia serta 64 orang mengalami luka-luka berat maupun ringan.

Basarnas menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat dinamis dan akan terus diperbarui secara berkala bersama BPBD serta unsur potensi SAR setempat.

Tim SAR Gabungan turut mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan senantiasa waspada terhadap potensi gempa susulan, mematuhi arahan petugas di lapangan, serta tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak bersumber dari pihak resmi.

Memasuki hari kedua operasi pencarian dan pertolongan pascagempa, Tim SAR Gabungan terus memperluas jangkauan penyisiran ke area terdampak. Operasi pencarian kini difokuskan di dua kawasan utama, yakni Kota Mbay dan wilayah Reo di Kabupaten Manggarai.

Kepala Kantor SAR Maumere sekaligus koordinator misi SAR, Fathur Rahman, mengonfirmasi bahwa kendala akses darat menuju wilayah Reo yang sebelumnya tertutup material longsor kini telah berhasil ditembus oleh tim penyelamat dari Pos SAR Manggarai Barat.

“Tim rescue Pos SAR Manggarai Barat yang bertugas di wilayah Manggarai Timur per pukul 06.00 WITA telah berhasil mengakses jalur darat di wilayah Reo yang sebelumnya terdampak longsor. Dengan terbukanya akses tersebut, pencarian dapat diperluas menjangkau wilayah-wilayah yang membutuhkan pertolongan,” jelas Fathur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *