Kembangkan Wisata Maritim Kelas Dunia, Pelindo Marine Relokasi Fasilitas Energi di Bali

PT Pelindo Marine Service (Pelindo Marine) melaksanakan pemindahan Floating Regasification Unit (FRU) dan Floating Storage Regasification Unit (FSRU) dari area Bali Cruise Ship Terminal (BCST) Benoa menuju Area Pengembangan 2 (AP2). (Foto: Pelindo)

ABNnews – Guna mendukung penataan dan pengembangan kawasan Bali Maritime Tourism Hub (BMTH) menjadi destinasi wisata maritim kelas dunia, PT Pelindo Marine Service (Pelindo Marine) merelokasi dua fasilitas energi terapung vital di Benoa, Bali.

Pemindahan ini menyasar unit Floating Regasification Unit (FRU) dan Floating Storage Regasification Unit (FSRU).

Anak usaha PT Pelindo Jasa Maritim ini memindahkan FRU dan FSRU dari area Bali Cruise Ship Terminal (BCST) Benoa menuju Area Pengembangan 2 (AP2). Langkah ini dilakukan dengan memastikan keandalan pasokan listrik Pulau Dewata tetap terjaga.

“Relokasi FRU dan FSRU didukung oleh sinergi seluruh pihak serta armada kapal tunda KT Jayanegara 303, KT Bima 324, dan KT Bima 315,” ujar Direktur Komersial, Operasi, dan Teknik PT Pelindo Marine Service, Elvin Syah Putra, dalam keterangannya, Kamis (13/8/2026).

Direktur Utama PT Pelindo Energi Logistik (PEL), Jeffry Y. Priastono, menegaskan bahwa pemindahan fasilitas energi ini dilakukan tanpa mengorbankan pasokan listrik daerah.

Pasalnya, FRU merupakan infrastruktur strategis berkapasitas regasifikasi 41 Million Metric Standard Cubic Feet per Day (MMSCFD) yang menjadi penyuplai gas bagi pembangkit listrik PLN di Bali.

“FRU Lumbung Dewata merupakan bagian penting dari rantai pasok energi Bali. Relokasi ini memastikan fasilitas tetap beroperasi optimal sekaligus mendukung pengembangan kawasan Benoa sebagai pusat pariwisata maritim modern,” jelas Jeffry.

Menurut Jeffry, keberhasilan relokasi ini membuktikan bahwa penataan kawasan pariwisata modern dapat berjalan selaras dan berdampingan dengan pemenuhan kebutuhan energi utama masyarakat.

Sementara itu, Sub Regional Head Sub Regional Bali Nusra Regional 3 Pelindo, Fariz Hariyoso, menambahkan bahwa relokasi FRU dan FSRU menjadi bagian penting dari penataan terintegrasi kawasan BMTH.

Ia memastikan seluruh rangkaian proses penataan ini dilakukan agar sektor pariwisata dan sektor energi di Bali dapat berjalan seiringan, sehingga berdampak maksimal bagi perekonomian warga lokal.

“Pengembangan sektor pariwisata dan sektor energi harus berjalan berdampingan sehingga mampu memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat dan perekonomian daerah,” pungkas Fariz.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *