Penangkapan ‘Bos Gendut’ Kampung Bahari di Salon Kecantikan: Aset Rp 39 Miliar Disita, Petugas Sempat Diserang Loyalis

BNN menangkap gembong narkoba Kampung Bahari. Arsip BNN

ABNnews – Gembong narkoba Kampung Bahari berinisial MR alias ‘Bos Gendut’ berhasil diringkus Badan Narkotika Nasional (BNN) di sebuah salon kecantikan di Mangga Besar, Jakarta Barat, pada Rabu (12/8/2026) malam.

Dari tangan buronan kasus 98 kg sabu ini, BNN menyita aset TPPU senilai Rp 39,95 miliar, meski proses penindakan jaringannya sempat diwarnai perlawanan sengit dari para loyalis.

Direktur Penindakan dan Pengejaran BNN, Brigjen Roy Hardy Siahaan, menjelaskan penangkapan dilakukan usai petugas membuntuti pergerakan Bos Gendut dari Kampung Bahari menuju kawasan Mangga Besar.

“Yang bersangkutan kita berhasil tangkap di salah satu salon kecantikan, kemudian yang bersangkutan bersama dengan seseorang yang sudah kita amankan di BNN,” kata Roy kepada wartawan, Kamis (13/8/2026).

“Salah satu dari gembong narkoba tersebut, yang merupakan buronan terkait dengan kasus narkoba pada tanggal 7 November 2025 atas nama MR atau Bos Gendut, merupakan gembong narkoba atau bos narkoba yang bercokol di Kampung Bahari,” sambungnya.

Roy mengungkapkan, tersangka MR merupakan buronan atas kepemilikan barang haram sabu seberat 98 kilogram, senjata api, hingga emas batangan. Usai ditangkap, BNN langsung mengusut tindak pidana pencucian uang (TPPU) milik Bos Gendut.

“Dari hasil pengembangan terhadap yang bersangkutan, terhadap Bos Gendut atau MR tersebut, kita sudah bisa mengembangkan TPPU-nya, yang sudah berhasil kita sita. Ada uang cash sebesar Rp 1,277 miliar, kemudian dikembangkan dalam beberapa aset yang sudah kita hitung kurang lebih sebesar Rp 39,950 miliar,” jelas Roy.

Berdasarkan nyanyian Bos Gendut saat pemeriksaan awal, BNN bersama Polda Metro Jaya bergerak cepat melakukan operasi penggerebekan di Kampung Bahari pada Kamis (13/8/2026) pagi.

Dalam razia tersebut, tim gabungan menyita ganja/gorilla, uang tunai, senjata api, samurai, amunisi peluru, ponsel, hingga unit mobil. Namun, operasi sempat memanas akibat perlawanan dari para loyalis tersangka.

“Ada perlawanan dari beberapa loyalis dari MR. Termasuk orang-orang yang bercokol di Kampung Bahari. Sehingga ada salah satu dari anggota kami, anggota Polri, yang terluka di bagian bawah mata,” ungkap Roy.

“Itu kira-kira perlawanan yang diberikan oleh rekan-rekan atau loyalis dari yang bersangkutan terhadap kami sehingga kami berhasil menangkap dua orang yang diamankan, termasuk juga salah satunya yang sudah kita lebih dahulu tangkap atas nama Bos G,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *