Prabowo Banting dan Injak Genteng Sabut Kelapa BRIN

Foto: YouTube Sekretariat Presiden

ABNnews – Presiden Prabowo Subianto menguji langsung kekuatan genteng inovasi berbahan dasar sabut kelapa buatan peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Tak ragu-ragu, Prabowo membanting hingga menginjak genteng tersebut demi memastikan kualitas materialnya benar-benar kokoh.

“Genteng ini kuat ya? Nggak mudah pecah?” tanya Prabowo kepada peneliti BRIN, dikutip dari tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (7/8/2026).

Sambil memegang genteng berwarna cokelat yang terbilang lebar, tipis, namun berbobot ringan itu, Prabowo memukul-mukul permukaannya untuk memastikan ketahanan material.

Mendapat arahan dari peneliti bahwa produknya aman untuk diuji ekstrem, Prabowo lantas membanting genteng itu ke lantai lalu menginjaknya. Hasilnya, struktur genteng tetap utuh tanpa retak sedikit pun.

Puas melihat ketangguhan genteng tersebut, Prabowo menilai inovasi BRIN ini memiliki kualitas jempolan. Ia pun langsung menanyakan proyeksi biaya hingga peluang produksi secara massal untuk mendukung program gentengisasi rumah warga.

“Tapi (genteng) ini bagus nih. Ini bisa produksi massal?” cecar Prabowo.

Peneliti dari Pusat Riset Biomassa BRIN, Sukma Surya Kusumah, menjelaskan bahwa genteng berbasis sabut kelapa ini mengusung konsep tahan lama sekaligus ramah lingkungan.

Ia mengklaim material ini sangat tangguh meski dijatuhkan dari ketinggian atau diinjak beban berat.

Terkait harga, Sukma membeberkan biaya satu buah genteng saat ini dipatok Rp 15.000 hingga Rp 26.000. Namun, harganya dipastikan bisa ditekan hingga Rp 10.000 per unit jika diproduksi dalam skala industri besar.

“Untuk tipe 36 total biayanya itu sekitar 11 juta Bapak untuk gentengnya,” papar Sukma.

Produk inovasi ini sebelumnya pernah diaplikasikan pada program bantuan TNI Angkatan Darat di Nias, di mana kebutuhan genteng untuk rumah tipe 4×6 menghabiskan anggaran sekitar Rp 12 juta.

Kepedulian Prabowo terhadap material atap rumah warga memang bukan hal baru. Ia berulang kali menegaskan agar pemukiman warga tak lagi ditutupi atap seng maupun asbes yang dinilai berbahaya bagi kesehatan.

Sebagai gantinya, Prabowo mendorong pemanfaatan bahan alami yang aman serta ramah lingkungan seperti genteng tanah/biomassa, rumbia, hingga ijuk.

“Aslinya bangsa Indonesia tidak memakai seng. Kalau perlu kita kembali pakai ijuk, kembali pakai rumbai, kalau tidak kita harus cari (alternatif). Rakyat kita dari dulu bisa bikin genteng kok, genteng bukan teknologi baru, rakyat kita dari dulu pakai genteng,” tegas Prabowo saat Peresmian Revitalisasi Stasiun Semarang Tawang, Jumat (31/7/2026).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *