ABNnews – Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan empat mata dengan Perdana Menteri (PM) Thailand Anutin Charnvirakul di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (3/8/2026).
Pertemuan tingkat tinggi ini menjadi awal dari pembahasan sederet agenda penting untuk mempererat kerja sama bilateral kedua negara.
Setibanya di Jakarta melalui Pangkalan Udara TNI AU (Lanud) Halim Perdanakusuma, PM Charnvirakul beserta rombongan langsung meluncur menuju Istana Merdeka.
Iring-iringan kendaraan tamu negara tersebut mendapat pengawalan ketat dari motoris Paspampres. Begitu memasuki kawasan Medan Merdeka, pasukan berkuda Paspampres turut bergabung mengawal kendaraan PM Charnvirakul hingga memasuki pelataran utama Istana.
Presiden Prabowo menyambut hangat kedatangan PM Charnvirakul di area samping Istana. Usai berjabat tangan, Presiden Prabowo mengajak sang PM mengikuti prosesi upacara penyambutan kenegaraan secara resmi.
Setelah prosesi upacara rampung, PM Charnvirakul memperkenalkan pejabat pendamping dari Pemerintah Thailand. Langkah ini kemudian disusul Presiden Prabowo yang memperkenalkan jajaran menteri serta pejabat penting Indonesia.
Sederet pejabat yang diperkenalkan Presiden Prabowo di antaranya Menlu Sugiono, Mensesnag Prasetyo Hadi, Menko Pangan Zulkifli Hasan, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin, hingga Mentan Andi Amran Sulaiman.
Tampak hadir pula Mendikdasmen Abdul Mu’ti, Kepala BP BUMN Dony Oskaria, KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, Seskab Teddy Indra Wijaya, serta Duta Besar RI untuk Thailand Hari Prabowo.
Selepas pertemuan empat mata pada sore hari, Presiden Prabowo dan PM Charnvirakul memimpin rapat bilateral bersama seluruh anggota delegasi.
Dua pemimpin negara tersebut kemudian menyaksikan prosesi penandatanganan sejumlah dokumen kerja sama strategis, yang dilanjutkan dengan sesi pernyataan pers bersama.
Sebagai puncak dari rangkaian kunjungan kenegaraan hari ini, Presiden Prabowo menggelar jamuan makan malam resmi untuk menghormati PM Charnvirakul beserta delegasi Thailand di Istana Merdeka.












