ABNnews – Pihak KAI Commuter Indonesia (KCI) akhirnya membuka suara terkait potongan video viral yang memperlihatkan seorang pria dikeluarkan secara paksa dari gerbong kereta rel listrik (KRL) di Stasiun Pasar Minggu Baru, Jakarta Selatan.
Manajemen KCI membenarkan adanya peristiwa yang sempat memicu kegaduhan hebat di kalangan penumpang tersebut.
Insiden itu dilaporkan terjadi di dalam rangkaian Commuter Line No. 1197 relasi Bogor-Jakarta Kota pada Senin (13/7/2026) pagi sekitar pukul 07.10 WIB.
Pihak KCI kini tengah mendalami informasi awal yang menyebutkan bahwa keributan tersebut bermula dari adanya dugaan kasus pelecehan seksual.
“Saat petugas melakukan penanganan di stasiun, belum terdapat korban maupun pihak yang menyampaikan laporan terkait dugaan tindak pelecehan seksual,” kata Public Relations Manager KAI Commuter, Leza Arlan, saat dikonfirmasi, Senin (13/7/2026).
Meskipun belum menerima laporan resmi dari pihak korban, petugas keamanan di Stasiun Pasar Minggu Baru tetap menerima penyerahan pria penumpang yang dituduh sebagai terduga pelaku pelecehan tersebut.
Leza memastikan bahwa jajaran petugas di stasiun langsung bergerak melakukan penanganan intensif sesuai dengan prosedur operasional baku yang berlaku.
Berdasarkan hasil penelusuran awal manajemen, kegaduhan di dalam gerbong diduga kuat dipicu oleh reaksi spontan dari sejumlah pengguna Commuter Line setelah mencium adanya indikasi tindakan kekerasan seksual terhadap salah seorang penumpang perempuan.
Namun, saat tim memeriksa rekaman kamera pengawas (CCTV), dugaan aksi pelecehan itu belum dapat dipastikan secara kasat mata mengingat kondisi di dalam kereta saat jam sibuk pagi hari itu sangat padat.
Kendati demikian, rekaman CCTV menangkap adanya momen di mana salah seorang penumpang tiba-tiba berteriak histeris sesaat setelah kejadian.
Jeritan histeris itulah yang memancing kepanikan massal hingga memicu kegaduhan berantai di dalam kereta sebelum terduga pelaku akhirnya diseret keluar.
KAI Commuter menegaskan tidak akan main-main dan memandang sangat serius setiap laporan maupun dugaan tindakan yang berpotensi merusak keamanan serta kenyamanan para pengguna jasa, termasuk isu kekerasan seksual.
“Kami akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait apabila terdapat laporan resmi maupun proses penanganan lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku,” tegas Leza.
Sebagai langkah antisipasi ke depan, KAI Commuter mengimbau kepada seluruh pelanggan yang mengalami, melihat, atau menyaksikan langsung dugaan tindak kekerasan seksual maupun tindak pidana lainnya untuk segera melapor.
Pengguna diminta proaktif menghubungi petugas di stasiun, pengawal kereta, atau mengadukannya lewat akun media sosial resmi @commuterline serta layanan contact center 121.
Laporan yang masuk secepat mungkin dinilai akan sangat membantu mempermudah proses penanganan di lapangan, pengumpulan bukti-bukti yang akurat, hingga koordinasi lanjutan dengan aparat penegak hukum.
KCI berkomitmen penuh untuk terus menciptakan sistem transportasi publik yang aman, nyaman, dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat melalui peningkatan pengawasan petugas dan optimalisasi pemanfaatan teknologi CCTV.












