ABNnews – Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi memastikan rencana pengaktifan kembali Bandara Husein Sastranegara di Kota Bandung tidak akan saling menjegal atau mematikan peran Bandara Kertajati di Majalengka, Jawa Barat.
Kemenhub justru tengah menyiapkan rencana besar untuk mengoptimalkan pemanfaatan Bandara Kertajati sebagai kawasan pusat perawatan pesawat (aviation park).
“Kita terus mendorong Kertajati untuk dioptimalkan,” ujar Dudy dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (30/6/2026).
Dudy menegaskan bahwa dihidupkannya kembali aktivitas penerbangan komersial di Bandara Husein Sastranegara tidak perlu dikhawatirkan akan menggerus potensi Kertajati. Sebab, Bandara Kertajati sejak awal didesain dengan konsep pengembangan industri penerbangan yang mencakup berbagai lini aktivitas pendukung kebandarudaraan.
Pemerintah kini terus memacu agar aktivitas perawatan, pemeliharaan (maintenance), serta layanan logistik pendukung lainnya dapat berpusat dan memanfaatkan fasilitas mumpuni yang tersedia di Majalengka tersebut.
“Jadi tidak hanya penerbangan, tapi juga kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan penerbangan, seperti maintenance dan sebagainya itu kita dorong supaya bisa memanfaatkan Bandara Kertajati,” jelasnya.
Rencana besar ini pun bukan sekadar wacana di atas kertas. Dudy mengungkapkan bahwa PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMF) saat ini sudah mulai bergerak memindahkan basis kegiatan maintenance, repair, and overhaul (MRO) khusus helikopter ke kawasan Bandara Kertajati.
Tak sampai di situ, sektor militer pun ikut melirik potensi bandara ini. Kementerian Pertahanan (Kemenhan) dilaporkan tengah intens melakukan pembahasan bersama raksasa kedirgantaraan asal Amerika Serikat (AS), Lockheed Martin. Kerja sama ini dibidik untuk membangun fasilitas perawatan pesawat angkut legendaris, Hercules, langsung di Kertajati.
Dudy menambahkan, pemerintah membuka pintu selebar-lebarnya bagi semua pihak, baik swasta maupun instansi negara, yang ingin masuk dan ikut mengoptimalkan Bandara Kertajati.
Fokus utama Kemenhub saat ini adalah memastikan infrastruktur megah di Jawa Barat tersebut mampu beroperasi secara maksimal dan produktif dari berbagai lini sektor aviasi.
“Kita terbuka apa saja yang berkaitan dengan optimalisasi Bandara Kertajati. Jadi kita fokusnya adalah bagaimana supaya bandara tersebut itu bisa beroperasi secara optimal,” beber Dudy.
Ia pun kembali menegaskan komitmen penuh jajaran Kementerian Perhubungan untuk mengawal seluruh ekosistem operasional di Kertajati, mulai dari arus penerbangan reguler hingga industri perawatan pesawat modern.
“Kegiatan apa pun yang berkaitan dengan kebandaraan itu pasti kita akan dukung. Baik penerbangannya maupun pengoperasian perawatan pesawat dan sebagainya. Itu yang kita lakukan,” pungkasnya.












