ABNnews – Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya menggulung laboratorium rahasia (clandestine lab) pembuat narkotika jenis etomidate jaringan internasional China-Vietnam.
Dalam penindakan ini, polisi menyita 2,8 kilogram bahan baku cairan vape bermuatan narkotika serta 350 cartridge siap edar.
Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ahmad David, mengutarakan pengungkapan kasus ini bermula dari penindakan di Apartemen Tokyo Riverside, Kabupaten Tangerang, Banten, yang dikembangkan ke Apartemen Gold Coast di Penjaringan, Jakarta Utara, pada Minggu (9/8/2026).
“Dalam operasi ini, menangkap seorang warga negara asing (WNA) asal China yang bertindak sebagai pembuat sekaligus pengedar,” ujar David dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (14/8/2026).
David menyebut WNA asal China tersebut telah beroperasi selama kurang lebih satu bulan. Dalam kurun waktu tersebut, pelaku diperkirakan telah menyebarkan sedikitnya 15.000 cartridge vape bermuatan etomidate di wilayah hukum Polda Metro Jaya.
Dari hasil penggerebekan di dua lokasi apartemen tersebut, polisi mengamankan barang bukti berupa 350 pieces cartridge etomidate siap pakai beserta 2,8 kilogram bahan baku.
“Petugas menyita barang bukti berupa 350 pieces cartridge etomidate siap pakai serta 2,8 kilogram bahan baku pembuatannya,” jelas David.
Berdasarkan hasil pemeriksaan penyidik, bahan baku sebanyak 2,8 kilogram tersebut diimpor langsung dari Vietnam. Jika diolah, bahan baku itu diperkirakan mampu menghasilkan hingga 14.000 unit cartridge vape bernarkotika.
Dalam melancarkan aksinya, tersangka menyamarkan laboratorium rahasianya dengan merancang ruangan khusus di dalam kamar apartemen agar tampak seperti hunian warga pada umumnya.
“Pemasaran dilakukan menggunakan sistem drop point atau drop box, sedangkan komunikasi transaksi memanfaatkan media sosial,” tutur David.
Ahmad David mengimbau masyarakat untuk aktif melaporkan ke pihak kepolisian apabila menemukan indikasi peredaran gelap narkotika di lingkungan sekitar. Peran aktif warga dinilai sangat penting demi menyelamatkan generasi muda Indonesia dari bahaya narkoba.
“Saat ini tersangka beserta seluruh barang bukti dan alat pendukung produksi telah diamankan di Kantor Ditresnarkoba Polda Metro Jaya guna pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut,” pungkas David.












