ABNnews – Pemerintah siap mengguyur anggaran jumbo sebesar Rp 26,34 triliun untuk stimulus ekonomi pada semester kedua tahun 2026.
Langkah proaktif ini diambil guna meredam dampak dinamika ketidakpastian global serta menjaga stabilitas dan momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan bahwa paket kebijakan ini dirancang sebagai langkah antisipatif pemerintah dalam memitigasi berbagai risiko eksternal yang membayangi pasar domestik, meskipun ketegangan geopolitik di Timur Tengah mulai menunjukkan tanda-tanda mereda.
“Oleh karena itu, sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto, pada kesempatan ini kami akan mengumumkan stimulus ekonomi di semester kedua. Sebagian besar sudah disampaikan sesudah rakortas dan juga sebagian lagi merupakan arahan daripada Bapak Presiden,” tutur Airlangga dalam Konferensi Pers terkait Stimulus Ekonomi Q2 dan Semester II-2026 di Kantor Kemenko Perekonomian, Senin (22/06/2026).
Pemerintah memecah stimulus raksasa ini ke dalam 8 kebijakan strategis yang terbagi dalam 3 pilar utama. Berikut rincian lengkapnya:
Pilar pertama difokuskan untuk mendongkrak konsumsi masyarakat dan menggairahkan dunia usaha melalui empat kebijakan taktis.
Demi mendongkrak pergerakan ekonomi selama periode libur sekolah, pemerintah mengalokasikan Rp 190,5 miar untuk memberikan diskon tiket Kereta Api sebesar 30% (20 Juni – 5 Juli 2026), diskon tarif dasar Kapal Pelni 30% (20 Juni – 15 Agustus 2026), serta gratis tarif jasa kepelabuhan ASDP (20 Juni – 5 Juli 2026).
Tak tanggung-tanggung, pemerintah juga menyuntik anggaran Rp 472,7 miliar untuk subsidi penuh PPN DTP 100% tiket pesawat domestik kelas ekonomi.
Kabar baiknya, kebijakan serupa juga akan kembali digelontorkan saat masa Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Anggaran sebesar Rp 161,4 miliar disiapkan untuk diskon moda kereta, Pelni, dan ASDP, ditambah lagi anggaran Rp 722 miliar khusus subsidi PPN DTP penerbangan domestik berjadwal kelas ekonomi.
Selain sektor transportasi, angin segar bertiup ke industri kreatif lewat penetapan insentif Pajak Penulis berupa tarif khusus PPh Final Royalti sebesar 1,5% bagi penulis nasional.
Di sektor industri, pemerintah membebaskan bea masuk (0%) atas impor LPG untuk industri petrokimia yang berpotensi menghasilkan multiplier effect hingga Rp 2,25 triliun, serta menetapkan bea masuk 0% untuk bahan baku plastik.
Kebijakan ini menyusul langkah sebelumnya yang telah memangkas bea masuk impor suku cadang pesawat menjadi 0% demi memperkuat industri penerbangan domestik.
Pilar kedua berfokus pada penguatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan penyerapan tenaga kerja, khususnya kelas menengah, melalui dua kebijakan utama.
Pertama, Program Magang Nasional tahap II dipastikan bergulir mulai Juli 2026 dengan alokasi anggaran fantastis mencapai Rp 4,14 triliun. Program ini membidik 150.000 peserta lulusan baru (fresh graduate) perguruan tinggi.
Kedua, pemerintah mengucurkan dana sebesar Rp 2,12 triliun untuk program Pelatihan Vokasi guna mengasah keterampilan kerja.
Program ini diprioritaskan bagi 220.000 lulusan SMK agar siap kerja, sekaligus memberikan jaring pengaman kompetensi bagi 50.000 pekerja yang terdampak badai PHK agar bisa kembali diserap pasar kerja.
Pilar ketiga didedikasikan sebagai jaring pengaman sosial untuk mengunci daya beli masyarakat lapisan bawah serta menjaga stabilitas pangan melalui dua kebijakan strategis.
Mulai Juli 2026, pemerintah akan menebar Bantuan Beras masing-masing seberat 10 kg kepada 33,24 juta keluarga penerima manfaat (KPM). Bantuan ini akan mengalir selama 3 bulan berturut-turut dengan taksiran kebutuhan anggaran mencapai Rp 17,54 triliun.
Selanjutnya, demi menahan lonjakan harga lauk pauk favorit masyarakat, diluncurkan pula Bantuan Stabilisasi Harga dan Pasokan Pangan (SPHP) Kedelai. Pengrajin tahu dan tempe akan mendapatkan subsidi paling tinggi Rp 2.000/kg dengan total kuota tahap pertama sebesar 250.000 ton, khusus di daerah yang harga kedelainya telah melewati Harga Acuan Pembelian (HAP).
“Jadi total stimulus yang dikeluarkan oleh Pemerintah untuk di semester kedua ini nilainya sekitar Rp 26,34 triliun, terdiri dari stimulus insentif transportasi sekitar Rp 2,04 triliun, anggaran Magang dan Vokasi sekitar Rp 6,26 triliun dan bantuan pangan sebesar Rp 18,04 triliun,” pungkas Menko Airlangga.












