ABNnews – Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Agustina Arumsari, akhirnya buka suara merespons pengakuan mengejutkan dari mantan Waka BGN, Sony Sanjaya, yang membeberkan 41 nama diduga terlibat dalam pusaran korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Terkait nyanyian tersebut, pihak BGN mempersilakan Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk mengusutnya sampai tuntas.
“Silakan disampaikan ke Kejagung dan menjadi bahan penyidikan oleh Kejagung,” ujar Agustina seperti dilansir dari detikcom, Senin (22/6/2026).
Sebelumnya, Sony Sanjaya telah diperiksa intensif oleh penyidik Kejagung RI dengan status sebagai tersangka kasus tata kelola program MBG pada Kamis (18/6) lalu.
Pemeriksaan ini merupakan bagian dari tindak lanjut atas pengajuan justice collaborator (JC) yang dilayangkan oleh Sony dalam perkara tersebut.
Kuasa hukum Sony, Krisna Murti, membeberkan bahwa dalam proses pemeriksaan tersebut, kliennya kembali diminta oleh tim penyidik Jampidsus untuk menguraikan daftar 26 nama yang diduga ikut mengajukan titik penentuan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG. Namun dalam perkembangannya, angka 26 nama itu kini justru membengkak menjadi 41 nama.
“Nah, dari 26 nama yang pernah kami sebut, ada satu orang pas dibuka tadi hasil chat-nya, tabelnya itu terisi sekitar, totalnya 41 nama. Jadi totalnya sekarang bertambah jadi totalnya 41 nama,” ungkap Krisna kepada wartawan di depan Gedung Bundar Jampidsus Kejagung RI.
Krisna menjelaskan, penambahan jumlah terduga secara drastis itu terungkap setelah ditemukannya pihak-pihak lain yang ikut meminta jatah proyek titik SPPG. Pihak-pihak baru ini diketahui memiliki afiliasi kuat dengan nama-nama yang telah dikantongi penyidik sebelumnya.
“Jadi satu orang itu mempunyai tabel itu, ‘Pak, ini punya ini ya, ini punya ini ya, ini ada punya Bupati ini’, gitu loh.
‘Ini ada punya ini, ada punya ini’. Jadi totalnya keseluruhan nama yang dari kemarin 26 ditambah dengan yang tadi, lalu ada tambahan tiga nama lagi yang disebutkan oleh Pak Soni, jadi totalnya hari ini 41 nama,” papar Krisna merinci kronologi temuan di ruang penyidik.
Di sisi lain, Krisna juga mengklarifikasi terkait daftar nama yang telanjur beredar liar di jagat media sosial (medsos). Ia menegaskan bahwa informasi di medsos tidak sepenuhnya akurat. Krisna juga mengklaim bahwa Sony tidak mengantongi keuntungan pribadi apa pun dari penunjukan titik-titik dapur gizi tersebut.
“Enggak ada. Tadi juga ditanyakan, ‘Apa keuntungan Bapak memberikan titik-titik ke mereka?’, lalu Pak Soni bilang, ‘Keuntungan saya SPPG ini terpenuhi sesuai dengan target’, gitu loh,” tuturnya.
Namun, saat didesak lebih jauh mengenai profil dan latar belakang dari 41 nama misterius yang kedapatan meminta jatah titik SPPG tersebut, Krisna memberikan sinyal kuat.
Ia menyebut mayoritas dari mereka merupakan figur yang berasal dari panggung politik.
“Dari kalangan politik. Ya pokoknya dari kalangan politik lah,” pungkas Krisna.












