banner 728x250

Isak Tangis Histeris Istri Sambut Jasad Crazy Rich Surabaya yang Tenggelam di Bangkalan

Petugas mengevakuasi jasad crazy rich asal Surabaya yang tewas usai terseret arus laut saat mancing di perairan Bangkalan. (foto: iNews)

ABNnews – Isak tangis histeris langsung pecah sejadi-jadinya saat jasad seorang pengusaha kaya atau crazy rich asal Surabaya berinisial HS, yang tewas tenggelam usai terseret arus laut saat memancing, tiba di lokasi evakuasi di Kampung Bandaran, Kelurahan Pangeranan, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur.

Seolah menolak kenyataan pahit tersebut, sang istri yang datang menyambut tampak histeris, seolah tak percaya bahwa suaminya telah tiada. Ia bahkan terus-menerus berusaha memberikan pertolongan medis darurat di atas perahu nelayan.

Peristiwa tragis yang menimpa pengusaha asal Kota Pahlawan ini bermula saat dirinya bersama rombongan yang terdiri atas delapan orang rekannya menyewa perahu nelayan setempat pada Minggu (14/6/2026).

Mereka meminta sang nakhoda untuk diantarkan ke kawasan Pulau Karang Jamuang, yang berada di pesisir barat Bangkalan, demi menyalurkan hobi memancing bersama.

Sesampainya di lokasi tujuan, rombongan tersebut langsung berpencar ke beberapa titik (spot) mancing di area tebing batu karang pulau tersebut.

Namun petaka mendadak tiba, korban diduga kehilangan keseimbangan saat melangkah, lalu terpeleset dari atas tebing batu karang dan langsung jatuh terempas ke dalam gulungan ombak besar.

Mendengar teriakan minta tolong yang melengking, salah satu rekan korban sempat nekat melompat ke dalam laut untuk melakukan aksi penyelamatan darurat.

Namun nahas, kuatnya arus bawah laut di pesisir barat tersebut justru membuat rekan korban ikut terseret, meski pada akhirnya ia berhasil menyelamatkan diri ke permukaan.

Upaya pencarian intensif terhadap tubuh HS pun segera dilakukan oleh para nelayan sekitar bersama tim SAR gabungan. Setelah dilakukan penyisiran yang menegangkan selama sekitar satu jam, jasad korban akhirnya berhasil ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa.

Seorang nelayan setempat, Rahman, menceritakan bagaimana detik-detik mencekam saat proses evakuasi berlangsung di tengah laut.

“Yang menolong juga sempat terbawa arus, tapi alhamdulillah selamat. Sementara korban sudah tidak bisa tertolong lagi. Akhirnya rekan-rekannya menelepon kapten perahu untuk langsung evakuasi bawa pulang ke sini. Kami juga langsung menghubungi BPBD dan Polairud,” kata Rahman dikutip inews, Minggu (14/06/2026).

Setibanya perahu evakuasi di darat, istri korban yang memang telah menunggu dengan cemas langsung menjerit histeris. Sambil menahan tangis dan air mata yang terus mengalir, ia nekat naik ke atas perahu nelayan dan terus menekan dada suaminya untuk melakukan prosedur Resusitasi Jantung Paru (RJP) atau kompresi dada.

Beberapa kali sisa air laut tampak keluar dari mulut korban akibat tekanan tersebut, namun takdir berkata lain. Setelah ditenangkan secara perlahan oleh warga sekitar dan aparat kepolisian yang berada di lokasi, sang istri akhirnya luluh dan dengan berat hati mengikhlaskan kepergian selamanya sang suami tercinta.

Guna keperluan pemeriksaan lebih lanjut, jasad pengusaha tersebut langsung dievakuasi menuju kamar jenazah RSUD Bangkalan.

Pihak kepolisian memastikan bahwa insiden ini murni merupakan kecelakaan akibat faktor alam saat berkegiatan di laut.

Dari hasil pemeriksaan luar yang dilakukan oleh tim medis rumah sakit, dipastikan tidak ditemukan adanya bekas luka akibat kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban. HS dinyatakan murni meninggal dunia akibat tenggelam setelah kehabisan napas di dalam air.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *