ABNnews – Mantan juara kelas Middleweight UFC, Khamzat Chimaev, sukses mencetak debut manis di ajang gulat Real American Freestyle (RAF) 10.
Namun sayang, laga yang digelar di Chaifetz Arena, St. Louis, Missouri, Amerika Serikat, Minggu (14/6/2026) malam waktu setempat itu berakhir ricuh setelah sang lawan, Dillon Danis, mengamuk dan memicu aksi baku hantam massal di atas matras.
Padahal, petarung tangguh berjuluk The Borz tersebut tampil sangat dominan. Chimaev hanya membutuhkan waktu kurang dari satu menit untuk meredam perlawanan Dillon Danis, petarung kontroversial yang juga menyandang gelar juara jiu-jitsu Brasil.
Chimaev menyudahi perlawanan kilat Danis lewat teknik bantingan pundak yang terbilang langka dan mulus untuk mengunci posisi pin.
Namun, drama sesungguhnya justru baru meletus tepat setelah wasit meniup peluit tanda menghentikan pertandingan gulat tersebut.
Melansir dari MMA Mania, kericuhan hebat pecah sesaat setelah Chimaev dipastikan keluar sebagai pemenang.
Danis disinyalir tidak jantan menerima kekalahan kilatnya dan mencoba mengunci leher Chimaev dengan teknik cekikan (choke), serta enggan melepaskannya meski laga sudah dinyatakan usai.
Tak terima dengan tindakan curang tersebut, Chimaev langsung meronta dan mendorong kuat tubuh Danis untuk bangkit berdiri.
Situasi kian memanas tak terkendali setelah Danis yang masih terjatuh di matras nekat melayangkan tendangan ke arah Chimaev dari posisi bawah, yang langsung dibalas dengan tendangan balik oleh Chimaev.
Seketika itu juga, arena pertandingan berubah mencekam dan menjelma menjadi ring tawuran massal. Masing-masing kubu, mulai dari rekan setim hingga tim ofisial kedua petarung, langsung merangsek masuk ke dalam matras untuk saling baku hantam dan melayangkan pukulan.
Insiden memalukan ini langsung mengingatkan publik pecinta olahraga tarung pada kekacauan serupa di awal tahun ini, yang kala itu dipicu oleh Arman Tsarukyan dalam laga panas melawan Georgio Poullas.
Ketegangan antara Chimaev dan Danis sendiri sebenarnya sudah tercium menyengat sepanjang pekan menjelang laga akibat aksi saling sindir dan perang urat syaraf di media sosial.
Terlebih lagi, Dillon Danis memang sudah lama dikenal memiliki rekam jejak buruk sebagai pembuat keonaran di setiap panggung duel.
Akibat kericuhan massal yang menodai nilai sportivitas tersebut, pihak penyelenggara RAF langsung mengambil tindakan tegas dengan membatalkan sesi wawancara di atas ring (post-fight interview).
Kedua petarung beserta tim mereka langsung digelandang paksa oleh petugas keamanan menuju ruang ganti belakang panggung guna mencegah keributan susulan.
Meski laga debutnya tercoreng oleh aksi baku hantam, Chimaev secara resmi tetap mencatatkan kemenangan pertamanya di panggung RAF.
Kini, masa depan The Borz di promosi gulat ini berada di tangan manajemen RAF, apakah akan dijatuhi sanksi disiplin berat atau tetap diizinkan menghadapi deretan penantang baru yang sudah mengantre.
Di sisi lain, kekalahan memalukan ini membuat rekor Dillon Danis kian merosot menjadi 0-2 di ajang RAF. Sebelumnya, petarung yang dikenal banyak bicara itu juga keok telak lewat status technical fall saat dihajar habis-habisan oleh Colby Covington dalam laga debutnya.













