banner 728x250

Investasi Tembus USD 17,4 Miliar, Indonesia-Singapura Genjot Kerja Sama 6 Sektor

Indonesia dan Singapura melaksanakan the 16th Ministerial Meeting of Six Economic Working Groups Indonesia-Singapore (MM 6WG) pada Selasa (9/06) di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Jakarta

ABNnews – Kemitraan ekonomi antara Indonesia dan Singapura kian kokoh setelah investasi dari Negeri Singa itu menembus angka USD 17,4 miliar sepanjang tahun 2025.

Berkaca dari tren positif tersebut, kedua negara sepakat menggenjot kerja sama strategis di enam sektor utama dalam pertemuan ke-16 Ministerial Meeting of Six Economic Working Groups (MM 6WG) Indonesia-Singapore yang digelar di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa (9/6/2026).

Pertemuan tingkat menteri tersebut dipimpin bersama oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto selaku co-chairs dari Pemerintah Indonesia, dan Deputy Prime Minister (DPM) sekaligus Minister for Trade and Industry Singapura Gan Kim Yong selaku co-chairs dari Pemerintah Singapura. Pertemuan ini merupakan kelanjutan dari The 13th Senior Official Meeting of The Six Economic Workings Group (SOM 6WG) yang digelar 21 Mei 2026 lalu.

Singapura selama ini dikenal sebagai mitra strategis utama bagi Indonesia. Tidak hanya di bidang perdagangan dan investasi konvensional, kolaborasi kedua negara kini telah meluas hingga ke sektor industri masa depan, transisi hijau, dan agriteknologi.

Enam pilar kerja sama ekonomi yang digenjot meliputi wilayah Batam, Bintan, Karimun (BBK) dan KEK, Investasi, Transportasi, Pariwisata, Ketenagakerjaan, serta Agribisnis.

Investasi Kawasan Batam-Bintan-Karimun Melejit

Dalam laporan perkembangannya, realisasi investasi di kawasan BBK mencatatkan rapor hijau setelah meroket dari USD 4,61 miliar pada tahun 2024 menjadi USD 5,71 miliar pada akhir tahun 2025. Tak hanya itu, perluasan Kawasan Batam Free Trade Zones dari yang semula 8 pulau menjadi 22 pulau kini telah resmi berlaku.

Di sisi lain, Nongsa Digital Park makin berkembang pesat sebagai pusat digital regional seiring beroperasinya sejumlah pusat data (data center). Penguatan infrastruktur digital ini didukung pula oleh target rampungnya pembangunan koneksi kabel bawah laut ke Singapura pada akhir tahun ini.

Untuk urusan investasi umum, Kendal Industrial Park dilaporkan telah mencapai kapasitas penuh dan kini tengah memasuki tahap ekspansi lahan.

Sementara di sektor transisi energi, komitmen hijau kedua negara diwujudkan secara konkret melalui pengembangan salah satu proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) terbesar di Indonesia yang berlokasi di Sulawesi Tengah.

Guna mengimbangi masifnya pertumbuhan ekonomi digital, pengembangan kualitas SDM turut diperkuat. Melalui program Tech:X dan Youth Mobility Programme, kedua negara berfokus meningkatkan konektivitas talenta digital serta mengoptimalkan potensi pasar digital yang masif.

Sektor Udara, Pariwisata, dan Agribisnis Kian Agresif

Beralih ke sektor transportasi, konektivitas udara Indonesia–Singapura kini telah mencakup 17 rute kota seiring dibukanya penerbangan baru maskapai Scoot ke Belitung dan Pontianak. Tak sampai di situ, kedua negara saat ini tengah menjajaki kerja sama yang lebih erat antara Garuda Indonesia dan Singapore Airlines dalam kerangka bilateral Air Service Agreement.

Pada lini agribisnis, kedua negara sepakat memperkuat implementasi Work Plan 2026–2030. Sebagai bagian dari upaya melahirkan generasi baru inovator pertanian, sebanyak 13 petani muda potensial asal Indonesia dijadwalkan terbang ke Singapura untuk mengikuti program pelatihan pertanian intensif pada Juni 2026 ini.

Sementara itu, pergerakan pariwisata tercatat melonjak tajam sepanjang tahun 2025. Sebanyak 2,44 juta warga Indonesia terpantau melancong ke Singapura, dan sebaliknya ada 1,5 juta warga Singapura berkunjung ke tanah air. Fokus ke depan, kedua negara akan menggenjot wisata kapal pesiar, program destination twinning di sekitar Labuan Bajo, serta kolaborasi MICE yang dimotori oleh sektor swasta.

“Indonesia dan Singapura adalah mitra strategis yang memiliki hubungan ekonomi yang erat dan saling menguntungkan dengan kekuatan ekonomi masing-masing yang saling melengkapi,” tegas Menko Airlangga Hartarto.

Senada dengan Airlangga, DPM Gan Kim Yong turut menyampaikan rasa optimistisnya.

“Saya senang menyampaikan bahwa kondisi kerja sama ekonomi bilateral antara Indonesia dan Singapura semakin kuat dan yang terpenting, semakin menuju ke arah yang tepat,” tuturnya.

Singapura Kokoh Jadi Investor Terbesar RI

Berdasarkan data statistik per akhir 2025, Singapura masih kokoh bertahan sebagai mitra dagang terbesar ketiga bagi Indonesia dengan total nilai perdagangan menembus USD 32,8 miliar, mencerminkan tren pertumbuhan positif sebesar 3,9% selama 5 tahun terakhir.

Di sektor penanaman modal, Singapura menjadi investor asing nomor satu di Indonesia dengan gelontoran dana mencapai USD 17,4 miliar pada tahun 2025.

Secara akumulatif dalam 5 tahun belakangan, total investasi Singapura ke Indonesia menyentuh angka USD 75,5 miliar dan sukses berkontribusi terhadap penciptaan lebih dari 820.000 lapangan pekerjaan di berbagai lini industri.

Pada penghujung pertemuan, kedua menteri resmi menandatangani Joint Report to Leaders on the Six Bilateral Economic Working Groups yang akan diserahkan sebagai laporan capaian resmi pada perhelatan Leaders’ Retreat Indonesia-Singapura 2026 mendatang.

Ikut disaksikan pula penandatanganan Term of References for the Study on Batam, Bintan and Karimun’s (BBK) Tech Sector oleh Plt. Deputi Bidang Koordinasi Industri, Ketenagakerjaan, dan Pariwisata Kemenko Perekonomian Dida Gardera, bersama Chairman Singapore Economic Development Board (EDB) Png Cheong Boon.

Di tengah tensi geopolitik dunia yang memengaruhi rantai pasok global, Singapura menegaskan komitmennya dan mengapresiasi kebijakan ekonomi nasional RI, termasuk sistem ekspor satu pintu.

Kedua negara sepakat membentengi ketahanan rantai pasok industri dan ekonomi digital lewat sinergi koridor Singapura–Johor–Riau sebagai pusat data masa depan yang krusial bagi pertumbuhan ekonomi ke depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *