banner 728x250

Tragedi Arak-arakan Khitanan di Bekasi, Rombongan Sisingaan Tersengat Listrik: 3 Tewas!

Sejumlah warga berada di TKP insiden anggota Sisingaan diduga tersengat listrik di Kampung Cibeureum RT 03 RW 03, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Selasa (2/6). FOTO: ARIESANT/RADAR BEKASI

ABNnews – Acara pesta khitanan yang semula berlangsung meriah di Kampung Cibeureum, Desa Mekarmukti, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, seketika berubah menjadi tragedi berdarah.

Rombongan kesenian Sisingaan atau odong-odong yang sedang asyik berparade mendadak tersengat aliran listrik tegangan tinggi, mengakibatkan 3 orang tewas mengenaskan dan 4 lainnya dalam kondisi kritis.

Berdasarkan data yang dihimpun, petaka ini bermula pada Selasa (2/6/2026) saat iring-iringan kendaraan odong-odong yang membawa para pemain seni Sisingaan melintas di area lokasi acara.

Di tengah perjalanan, laju kendaraan mereka mendadak terhalang oleh seutas kabel listrik yang melintang terlalu rendah di atas jalanan kampung.

Khawatir kabel tersebut tersangkut dan merusak peralatan musik yang mereka bawa di atas kendaraan, seorang pemain yang berada di posisi paling atas berinisiatif untuk mengangkat kabel tersebut dengan tangan kosong agar mobil bisa melintas.

Namun nahas, saat tangan korban menyentuh kabel, kontak listrik fatal langsung terjadi.

Hanya dalam hitungan detik, daya kejut sengatan listrik merambat dengan sangat cepat ke arah pemain lain yang berada di atas kendaraan yang sama. Akibatnya, para korban langsung lemas berjatuhan dan tak sadarkan diri di atas truk odong-odong.

Anggota Linmas setempat bernama Pitung, yang mengawal langsung jalannya arak-arakan di lokasi kejadian, membenarkan bahwa seluruh korban merupakan bagian dari kelompok pemain seni Sisingaan tersebut.

“Korban ada tujuh orang, semua langsung tidak sadarkan diri,” ungkap Pitung kepada wartawan di lokasi kejadian, Selasa (2/6/2026).

Pitung memastikan bahwa dari rentetan korban ambruk tersebut, tidak ada satu pun warga sekitar atau penonton arak-arakan yang ikut tersengat. Hal ini lantaran aliran listrik terkunci pada badan kendaraan odong-odong tempat para pemain berkumpul.

“Semua korbannya pemain seni Sisingaan, tidak ada yang dari warga. Awalnya satu orang mengangkat kabel lalu mungkin terjadi kontak, merembet kena ke semua. Semua yang ada di atas kendaraan lalu jatuh karena tersetrum,” urainya dengan nada bergetar.

Melihat rekan-rekan mereka mendadak kejang dan terkapar, warga serta pemain lain yang berada di barisan bawah langsung histeris dan berusaha memberikan pertolongan darurat.

Pihak kepolisian yang mendapat laporan langsung mengevakuasi ketujuh korban ke rumah sakit terdekat. Pihak medis menyatakan tiga orang pemain tewas di tempat akibat luka bakar sengatan dalam, sementara empat korban lainnya hingga kini masih berjuang melewati masa kritis di ruang perawatan intensif.

Tragedi memilukan ini sempat menggemparkan jagat maya setelah video amatir milik warga beredar luas di media sosial. Dalam rekaman video yang berdurasi singkat tersebut, terlihat jelas kepanikan luar biasa saat jasad para korban tergeletak kaku usai tersetrum massal.

Guna mengusut tuntas penyebab pasti musibah ini, aparat kepolisian dari Polsek Cikarang Utara bersama Satreskrim Polres Metro Bekasi langsung memasang garis polisi dan melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Petugas kini tengah memeriksa sejumlah saksi mata di lokasi serta berkoordinasi dengan pihak terkait guna menelusuri pemilik sah dari kabel listrik melintang yang terpasang terlalu rendah dan memakan korban jiwa tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *