banner 728x250

Rupiah Loyo, Purbaya Sebut APBN 2026 Masih Aman dan Kuat Menahan Beban

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa (Foto: Antara)

ABNnews – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 telah didesain dengan sangat matang untuk mengantisipasi gejolak eksternal.

Di tengah kondisi nilai tukar rupiah yang tengah loyo terhadap dolar Amerika Serikat (AS), APBN dipastikan tetap aman dan memiliki bantalan yang kuat untuk menahan beban guncangan kurs tersebut.

Purbaya mengaku bahwa pemerintah dari awal sudah mengantongi perhitungan terukur mengenai risiko pergerakan nilai tukar yang terjadi belakangan ini. Oleh karena itu, postur anggaran negara dipastikan tidak akan terganggu secara ekstrem.

“Secara teori, ketika Anda memiliki ekonomi yang kuat, mata uang Anda pada akhirnya juga akan menguat, bukan? Saat ini saya fokus memastikan bahwa ekonomi domestik akan terus tumbuh kuat dalam jangka menengah, jangka pendek, maupun jangka panjang,” kata Purbaya dalam keterangannya, Senin (1/6/2026).

Eks Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (DK LPS) ini memproyeksikan mata uang Garuda akan segera keluar dari tekanan dan kembali bergerak menguat.

Namun, proses pemulihan global tersebut diperkirakan baru akan terasa dampaknya secara efektif dalam kurun waktu 2 hingga 3 bulan ke depan.

Sikap optimistis Menkeu ini didasarkan pada melandainya tensi geopolitik dunia, menyusul adanya wacana kesepakatan damai untuk mengakhiri konflik bersenjata di Timur Tengah.

“Berita mengatakan bahwa AS dan Iran serta Israel hampir mencapai kesepakatan. Jadi, prospek perdamaian, kondisi global yang lebih baik. Saya percaya dalam dua atau tiga bulan ke depan akan jauh lebih baik daripada sekarang, artinya gangguan yang sampai batas tertentu melemahkan rupiah juga akan hilang,” terangnya.

Lebih lanjut, Purbaya meluruskan bahwa pelemahan nilai tukar rupiah yang sempat terjadi beberapa waktu terakhir nyatanya sama sekali belum membawa dampak negatif terhadap aktivitas ekonomi masyarakat di sektor riil.

Ia menjamin arah kebijakan fiskal pemerintah saat ini fokus ditujukan demi menjaga dan mempertebal tameng ekonomi domestik dari ketidakpastian pasar global, sehingga pertumbuhan ekonomi jangka menengah dan panjang tetap terjaga sesuai target.

“Jadi, prospek ekonomi kita kuat, dan pelemahan rupiah belum menimbulkan dampak yang menghambat aktivitas ekonomi kita,” tegas Purbaya.

Guna menjaga stabilitas dalam jangka pendek, Kementerian Keuangan juga siap bahu-membahu menyokong bank sentral di pasar keuangan. Salah satu jurus nyata yang disiapkan adalah dengan ikut mengintervensi pasar obligasi negara.

“Dan dalam jangka pendek, kami mencoba mendukung bank sentral dengan juga melakukan intervensi di pasar obligasi untuk memastikan bahwa imbal hasil (yield) tidak meningkat terlalu signifikan,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *