banner 728x250

PLN EPI Ubah Sampah Pantai Bagek Kembar Jadi Cuan Lewat Ekonomi Sirkular

PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) bersama PT Pelayaran Bahtera Adhiguna menggulirkan program pengembangan dan pendampingan pengelolaan sampah terpadu di kawasan wisata Pantai Bagek Kembar, Kelurahan Tanjung Karang Permai, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, Selasa (12/5).

ABNnews – Langkah nyata menjaga kelestarian pesisir terus digalakkan. PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) bersama PT Pelayaran Bahtera Adhiguna resmi menggulirkan program pengelolaan sampah terpadu di kawasan wisata Pantai Bagek Kembar, Mataram, NTB, Selasa (12/5/2026).

Program ini bukan sekadar bersih-bersih biasa, melainkan upaya menekan emisi gas rumah kaca sekaligus memberdayakan masyarakat melalui ekonomi sirkular.

Sekretaris Perusahaan PLN EPI, Mamit Setiawan, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Tujuannya jelas, menghadirkan kawasan wisata yang bersih, sehat, dan mandiri secara ekonomi.

“Kami ingin menghadirkan dampak nyata tidak hanya bagi lingkungan, tetapi juga bagi peningkatan kapasitas dan ekonomi masyarakat sekitar,” ujar Mamit dalam keterangannya, Rabu (13/5/2026).

Mengingat volume sampah di kawasan wisata terus naik, PLN EPI menjalankan strategi dari hulu ke hilir. Mulai dari pelatihan pemilahan sampah organik-anorganik, pengembangan budidaya maggot, hingga penyediaan sarana prasarana pengolahan.

“Sampah tidak lagi dipandang sebagai limbah semata, melainkan sebagai sumber daya yang dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi seperti pupuk organik,” tambah Mamit.

Kondisi sampah di Mataram memang butuh perhatian serius. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram mencatat produksi sampah mencapai 311 ton per hari pada 2025, di mana 70 persennya masih bergantung pada TPA.

Kepala Seksi Pengurangan Sampah DLH Mataram, I Made Wibisana Gunaksa, menyebut pengelolaan sampah di hulu seperti yang dilakukan PLN EPI sangat membantu mengurangi gas metana yang memicu perubahan iklim.

Program yang berlokasi di sekitar proyek gasifikasi PLTMGU Lombok Peaker ini melibatkan Pokdarwis, Pemerintah Daerah, hingga aparat Kelurahan Tanjung Karang Permai.

Ketua Pokdarwis Bagek Kembar, H. Sukendi, menyambut baik edukasi berkelanjutan ini agar masyarakat sadar bahwa sampah bisa mendatangkan uang jika dikelola dengan benar.

Lurah Tanjung Karang Permai, Nani Nurkomala, juga mengingatkan bahwa kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab bersama.

“Sekecil apa pun upaya kita dalam mengelola sampah akan sangat berarti,” ucapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *