banner 728x250

Gak Main-main! RI Gandeng Rusia Garap Industri Manufaktur hingga Kapal Selam

Foto dok Kemenperin

ABNnews – Hubungan diplomatik Indonesia dan Rusia kini semakin “mesra”. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus tancap gas memperkuat sektor industri nasional dengan menggandeng Rusia sebagai mitra strategis, mulai dari urusan manufaktur hingga teknologi galangan kapal.

Komitmen ini ditegaskan dalam pertemuan bilateral antara Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza dengan Wakil Menteri Perindustrian dan Perdagangan Rusia, Alexey Vladimirovich Gruzdev, di ajang Indonesia–Russia Business and Investment Forum 2026, Saint Petersburg.

Pertemuan di Saint Petersburg ini bukan tanpa alasan. Ini adalah langkah konkret menyusul pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Vladimir Putin di Moskow pada 13 April 2026 lalu.

“Indonesia memandang Rusia sebagai mitra strategis jangka panjang. Kami ingin memastikan potensi kerja sama ini tidak berhenti di komitmen saja, tapi jadi langkah nyata yang bermanfaat,” ujar Faisol Riza, Senin (11/5/2026).

Data menunjukkan tren positif dalam hubungan kedua negara. Hingga Oktober 2025, nilai perdagangan non-migas RI-Rusia sudah menyentuh angka USD 4,04 miliar. Angka ini terus tumbuh konsisten sejak tahun 2020, dan investasi Rusia di Indonesia pun diprediksi akan terus meroket.

Sejumlah sektor yang jadi incaran kerja sama antara lain industri manufaktur, galangan kapal, petrokimia, hingga sektor farmasi dan alat kesehatan.

Kabar baik buat para pelaku usaha! RI dan Rusia sepakat mempercepat implementasi Indonesia–Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I–EAEU FTA) yang ditargetkan berlaku mulai tahun depan. Perjanjian ini bakal jadi “karpet merah” bagi produk Indonesia untuk masuk ke pasar Rusia dan sekitarnya dengan lebih mudah.

Tahun 2026 akan menjadi momentum besar bagi Indonesia karena terpilih sebagai Partner Country dalam pameran industri bergengsi, INNOPROM 2026. Dalam ajang tersebut, rencananya akan ditandatangani Memorandum of Understanding (MoU) on Industrial Cooperation sebagai payung hukum kolaborasi kedua negara.

Tak hanya itu, Indonesia juga melirik forum multilateral seperti BRICS untuk memperkuat transformasi industri dan peningkatan kapasitas SDM melalui BRICS Centre for Industrial Competences (BCIC).

“Momentum INNOPROM 2026 harus dimanfaatkan optimal untuk memperluas investasi dan mendorong transfer teknologi bagi industri nasional,” pungkas Faisol.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *