ABNnews – Kutipan ini menjelaskan bahwa kecerdasan sejati bukan sekadar soal logika atau kepintaran intelektual, melainkan kemampuan seseorang untuk mengendalikan hawa nafsu dan ego pribadinya.
Orang yang cerdas adalah mereka yang memiliki pandangan jauh ke depan; mereka tidak hanya fokus pada kesenangan sementara di dunia, tetapi juga mempersiapkan bekal melalui amal kebaikan untuk kehidupan yang kekal setelah kematian.
Singkatnya, menjadi cerdas berarti mampu mendisiplinkan diri hari ini demi kebahagiaan di masa depan yang paling hakiki.













