banner 728x250

Bahas Buku Jokowi, Debat Refly Harun dan Pengacara Rismon Sianipar Berujung Nyaris Adu Jotos

Jahmada Girsang Pengacara Rismon Sianipar Nyaris Adu Jotos dengan Refly Harun (© 2026 Liputan6.com)

ABNnews – Suasana program Rakyat Bersuara di iNews TV pada Selasa (21/4/2026) malam mendadak mencekam. Sebuah perdebatan sengit antara pakar hukum tata negara Refly Harun dengan Jahmada Girsang, kuasa hukum Rismon Sianipar, nyaris berujung pada baku hantam secara langsung di studio saat acara disiarkan secara live.

Ketegangan mencapai puncaknya saat Refly Harun memutuskan untuk melakukan walk out (WO) dari panggung diskusi. Bukan sekadar perbedaan pendapat, acara tersebut diwarnai aksi saling dorong yang membuat suasana studio riuh.

Debat Buku hingga Kritik Jokowi

Awalnya, perdebatan berkutat pada isu pengelolaan buku Jokowi’s White Paper. Kubu Rismon Sianipar menuding penjualan buku tersebut tidak transparan. Refly Harun, yang bertindak sebagai pakar, mencoba memberikan penjelasan dari perspektif penulis dan penerbit.

Menurut Refly, tidak semua penulis berhak menuntut transparansi finansial jika tidak terlibat dalam produksi dan distribusi. Ia menyebut dr. Tifa sebagai pihak yang menanggung risiko finansial.

“Anda tidak bisa meminta hak yang sama, tetapi bebannya berbeda,” tegas Refly.

Tak berhenti di situ, suhu studio makin panas saat Refly melontarkan kritik pedas terkait polemik ijazah Presiden Jokowi. Refly dengan nada tajam menyebut Jokowi “jahat” karena dianggap membiarkan polemik tersebut berlarut-larut.

“Kalau dia seorang negarawan, kita tantang malam ini tunjukkan ijazahnya. Undang press conference, undang Roy Suryo, Rismon Sianipar, dan semua pakar telematika hingga digital forensik seluruh dunia,” ujar Refly.

Momen Nyaris Adu Jotos

Ketegangan memuncak saat Refly memutuskan meninggalkan panggung. Sebelum benar-benar keluar, ia sempat menyalami Aiman (pembawa acara), Rismon, dan terakhir Jahmada Girsang.
Sembari menyalami Jahmada, Refly sempat melontarkan sindiran,

“Ini teman saya yang paling baik. Tetapi ketika belok, dia tidak ngomong.”

Ucapan itulah yang diduga memicu kemarahan Jahmada. Saat Refly hendak turun panggung, Jahmada tidak melepaskan jabatan tangannya dan justru menarik tangan Refly. Suasana studio berubah kacau.

Keduanya terlibat aksi saling dorong. Jahmada terlihat reaktif dan mendorong tubuh Refly ke belakang, sementara Refly mencoba menghadapinya dengan tenang.

“Saya nggak terima itu!” teriak Jahmada saat suasana studio dipenuhi suara orang-orang yang melerai mereka agar tidak terjadi kontak fisik lebih jauh. Roy Suryo, yang juga ada di lokasi, sempat berteriak meminta keduanya dikeluarkan dari studio.

Insiden yang disiarkan langsung ini pun menuai sorotan publik. Perdebatan intelektual yang seharusnya mengedepankan argumentasi berubah menjadi konflik personal yang penuh emosi.

Kekecewaan Refly tampak mendalam saat ia menyebut Jahmada sebagai “teman baik” sebelum insiden itu pecah.

Meskipun sempat terjadi ketegangan fisik, beruntung pihak panitia dan narasumber lainnya segera bertindak untuk melerai, sehingga insiden baku hantam yang lebih parah dapat terhindarkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *