banner 728x250

Selat Hormuz Ditutup Lagi, PT Pertamina Buka Suara Soal Kondisi Dua Kapalnya

PT Pertamina International Shipping (PIS) mengungkap, dua kapal masih berada di Teluk Arab dan belum dapat melintasi Selat Hormuz. (Foto: istimewa)

ABNnews — Iran kembali menutup Selat Hormuz pada Sabtu (18/04). Padahal, jalur strategis perdagangan ini sempat dibuka kembali untuk pelayaran komersial pada Jumat (17/04).

Menyusul sifuasi tersebut, PT Pertamina International Shipping (PIS) mengungkap, dua kapal milik perusahaan, yakni Pertamina Pride dan Gamsunoro, hingga saat ini masih berada di Teluk Arab dan belum dapat melintasi Selat Hormuz.

Pjs Corporate Secretary PIS Vega Pita menyampaikan bahwa perusahaan terus memonitor secara ketat perkembangan kondisi di jalur pelayaran strategis tersebut.

“Kedua kapal PIS yaitu Pertamina Pride dan Gamsunoro saat ini masih berada di Teluk Arab dan belum dapat melintasi Selat Hormuz. PIS terus memonitor secara saksama perkembangan situasi yang sangat dinamis di Selat Hormuz,” ujar Vega dalam keterangan tertulis, Minggu (19/04).

Vega mengatakan pihaknya terus melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pihak terkait, termasuk kementerian dan otoritas berwenang, sembari menyiapkan perencanaan pelayaran (passage plan) yang aman bagi kedua kapal tersebut.

Ia pun menegaskan keselamatan seluruh awak kapal, keamanan kapal, serta muatannya menjadi prioritas utama perusahaan saat ini. Karena itu, ia berharap situasi di Selat Hormuz dapat segera membaik.

“Kami berharap kondisi di jalur tersebut segera membaik dan kondusif agar kapal Pertamina Pride serta Gamsunoro dapat segera melanjutkan pelayaran dengan aman,” katanya.

Diketahui, tidak sampai 24 jam pascapengumuman Iran membuka sepenuhnya Selat Hormuz, saat inj kondisi kembali ke awal. Iran menyatakan kendali atas Selat Hormuz kembali ke ‘kondisi sebelumnya’ karena blokade AS.

Iran mengatakan keputusan terbaru ini dilakukan karena perselisihan yang terus berlanjut dengan AS terkait blokade angkatan laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Dalam pernyataan yang dimuat media Iran, komando operasional militer Iran, Khatam Al-Anbiya, menggambarkan blokade AS yang sedang berlangsung sebagai “pembajakan”.

“Karena alasan ini, kendali atas Selat Hormuz telah kembali ke kondisi sebelumnya, dan jalur air strategis ini berada di bawah manajemen dan kendali ketat angkatan bersenjata,” ia menuturkan, dikutip dari The Guardian.

“Sampai AS memulihkan kebebasan navigasi sepenuhnya untuk kapal-kapal dari asal Iran ke tujuan, dan dari tujuan kembali ke Iran, situasi di Selat Hormuz akan tetap dikendalikan secara ketat dan dalam kondisi sebelumnya,” ia menambahkan.

Pengumuman terbaru ini menambah kebingungan mengenai status jalur air utama yang mengangkut seperlima pasokan minyak global sebelum perang.

Pada Jumat (17/04) kemarin, Iran dan Donald Trump mengumumkan bahwa selat tersebut telah dibuka kembali untuk pelayaran, tetapi presiden AS mengatakan blokade AS “akan tetap berlaku penuh” sampai Teheran mencapai kesepakatan dengan Washington, termasuk mengenai program nuklirnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *