banner 728x250

Tembus Wilayah 3T, Kapal ASDP Jadi ‘Urat Nadi’ Sembako dan Harapan Warga Papua Barat Daya

Foto dok PT ASDP Indonesia Ferry (Persero)

ABNnews – Bagi masyarakat di kepulauan Papua Barat Daya, laut bukan sekadar hamparan air, melainkan “jalan tol” utama yang menghubungkan kehidupan. Mulai dari urusan keluarga, perdagangan, hingga akses kesehatan, semuanya bergantung pada ketangguhan transportasi laut.

Menyadari peran vital tersebut, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) terus memperkuat konektivitas di wilayah 3T (Tertinggal, Terluar, dan Terdepan). Melalui layanan penyeberangan dari Sorong, ASDP memastikan roda perekonomian masyarakat tetap berputar kencang.

Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menegaskan bahwa operasional kapal dari Pelabuhan Klademak dan Pelabuhan Arar merupakan komitmen nyata perusahaan. Menurutnya, layanan ini tidak hanya memindahkan penumpang dan kendaraan, tapi juga menyambung harapan.

“Layanan ini menjadi penghubung harapan masyarakat agar tetap terakses dengan pusat kegiatan ekonomi, pendidikan, serta pelayanan publik,” ujar Heru dalam keterangannya, Senin (2/2/2026).

Layani 64 Ribu Penumpang dan Logistik Sembako

Data sepanjang tahun 2025 menunjukkan betapa tingginya ketergantungan warga terhadap kapal ferry. ASDP Cabang Sorong tercatat telah melayani lebih dari 64 ribu penumpang dan sekitar 12 ribu unit kendaraan.

General Manager ASDP Cabang Sorong, Eko Yulianto, menambahkan bahwa pihaknya juga menjadi tulang punggung distribusi logistik. Sekitar 3.000 muatan barang, mulai dari gula, mie instan, hingga kebutuhan pokok lainnya, sukses diseberangkan sepanjang tahun lalu.

Saat ini, ASDP mengelola 18 lintasan penyeberangan dengan empat armada andalan, yakni: KMP Kurisi, KMP Terubuk I, KMP Arar, KMP Kalabia.

Gerbang Menuju Surga Wisata Raja Ampat

Tak hanya urusan perut dan mobilitas warga, jalur penyeberangan Sorong juga menjadi pintu masuk utama menuju destinasi kelas dunia, Raja Ampat. Wisatawan yang ingin menuju Wayag, Manta Sandy, hingga Kali Biru banyak memanfaatkan layanan ini.

Beberapa rute strategis yang dilayani antara lain Sorong–Waisai, Sorong–Waigeo, hingga rute terpencil seperti Gag–Gebe. Bahkan, sejak Oktober 2025, ASDP resmi membuka lintasan baru Foley–Waigama untuk memperluas akses pariwisata dan mobilitas warga.

“Komitmen kami adalah menghadirkan layanan yang aman, andal, dan berkelanjutan. Ini diharapkan mampu membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat Papua Barat Daya,” pungkas Eko.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *