banner 728x250

Sektor Manufaktur Serap 20 Juta Tenaga Kerja, Disabilitas Kini Punya Kesempatan Setara

Foto dok Kemenperin

ABNnews – Sektor industri manufaktur terus menjadi motor penggerak utama ekonomi nasional. Hingga Agustus 2025, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat sektor ini telah menyerap 20,26 juta tenaga kerja atau sekitar 13,83% dari total pekerja nasional. Kini, pemerintah tengah fokus memperluas akses inklusivitas agar penyandang disabilitas mendapatkan kesempatan kerja yang setara.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan, penguatan manufaktur harus berjalan beriringan dengan prinsip keadilan sosial. Ia ingin memastikan pembangunan industri membuka ruang partisipasi bagi siapa pun tanpa terkecuali.

“Kementerian Perindustrian berkomitmen memastikan agar pembangunan industri juga membuka ruang partisipasi yang setara bagi penyandang disabilitas, sehingga mereka dapat berkontribusi secara produktif dan mandiri dalam ekosistem industri nasional,” ujar Agus Gumiwang dalam keterangannya, Senin (2/2/2026).

Kolaborasi Bareng Startup Top Loker

Sebagai langkah nyata, Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) menggandeng startup Top Loker (TopLoker.com) menggelar kegiatan “Pengembangan Inklusi Sektor Manufaktur untuk Disabilitas” di SLB Negeri Semarang, 28 Januari 2026 lalu.

Direktur Jenderal IKMA Reni Yanita mengungkapkan bahwa kegiatan ini menjadi jembatan antara dunia pendidikan luar biasa dengan dunia usaha.

“Kami bersama startup Top Loker menginisiasi kegiatan ini sebagai wadah yang membuka kesempatan dan peluang bagi teman-teman disabilitas untuk dapat berkarya dan berpartisipasi di sektor industri,” kata Reni.

24 Perusahaan ‘Gerebek’ SLB Cari Tenaga Kerja

Dalam agenda tersebut, sebanyak 45 siswa disabilitas kelas XII dari delapan kabupaten/kota di Jawa Tengah bertemu langsung dengan perwakilan 24 perusahaan manufaktur. Perusahaan-perusahaan ini bergerak di sektor industri agro, elektronik, tekstil, hingga industri aneka.

Reni menekankan bahwa meskipun ada tantangan akses informasi dan kompetensi, penyandang disabilitas justru memiliki karakter kerja yang sangat dibutuhkan industri manufaktur.

“Sektor manufaktur membutuhkan sikap kerja yang tekun, teliti, konsisten, dan loyal, yang justru sering kali menjadi keunggulan dari penyandang disabilitas,” jelasnya.

Investasi SDM yang Bernilai

Senada dengan Reni, CEO Top Loker Josep Teguh Santoso berharap makin banyak pelaku industri yang membuka pintu bagi disabilitas. Top Loker, yang merupakan Juara 1 Program Startup for Industry Kemenperin 2022, kini menyediakan platform khusus untuk mempermudah akses ini.

“Kami ingin semakin banyak pelaku industri yang peduli dan membuka kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk bekerja dan berkembang,” ujar Josep, yang juga menjabat sebagai Rektor Universitas Stekom Semarang.

Program ini turut mendapat dukungan penuh dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah guna memastikan lulusan SLB memiliki kompetensi yang sesuai dengan standar dunia kerja internasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *