Viral Video Anggota DPRD Sabu Raijua Bawa Parang Usai Diduga Kalah Judi Sabung Ayam!

Anggota DPRD Sabu Raijua, NTT, Weldi Dogenes Ga Loni, mengamuk dan ancam warga dengan parang. (Tangkapan layar video viral)

ABNnews – Video yang memperlihatkan aksi mengamuk anggota DPRD Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur (NTT), Weldi Dogenes Ga Loni, mendadak viral di media sosial.

Politikus Partai Demokrat tersebut tampak emosi sembari membawa sebilah parang dan diduga mengancam warga usai kalah taruhan judi sabung ayam.

Berdasarkan rekaman video yang beredar, Weldi terlihat mengenakan kaus putih dan celana jeans pendek sambil menggenggam sebilah parang. Seorang pria berkaus hitam sempat berusaha mengadang Weldi agar menahan emosinya.

Di saat bersamaan, ketegangan pecah di bawah pohon lontar ketika sejumlah pria bergegas memacu sepeda motor mereka untuk melarikan diri dari lokasi.

“Weldi ko (kah)? Weldi Liae (Liae sebuah kecamatan di Sabu Raijua) ini aw? Dewan Liae ini, datang main judi baru bawa parang ini,” cerocos suara seorang pria dalam video viral tersebut, dikutip Selasa (3/11/2026).

Narasi serupa turut diunggah oleh akun Facebook Ie Tade. Unggahan itu menyebut sang anggota dewan mengamuk dan mengancam warga sekitar lantaran tak terima kalah taruhan arena sabung ayam.

Kasat Reskrim Polres Sabu Raijua AKP Markus Foes membenarkan insiden keributan yang melibatkan Weldi tersebut.

Markus menyebut peristiwa koboi itu terjadi di kampung halaman Weldi di Desa Ledeke, Kecamatan Liae, Kabupaten Sabu Raijua, NTT, pada Minggu (1/11/2026).

“Itu di kampungnya dia di Kecamatan Liae pada hari Minggu,” kata Markus saat dikonfirmasi, Selasa (3/11/2026).

Di sisi lain, Markus membeberkan bahwa Weldi telah mendatangi Polres Sabu Raijua pada Senin (2/11/2026) untuk membuat laporan resmi terkait tuduhan pencemaran nama baik. Dalam laporannya, Weldi membantah keras narasi yang menyebut keributan dipicu oleh kekalahan judi.

“Itu (narasi kalah judi) kan versinya masyarakat, tetapi faktanya dia sudah buat laporan pencemaran nama baik. Tetapi itu juga versinya dia, jadi kami menghargai saja,” jelas Markus.

Meski demikian, jajaran kepolisian dipastikan tetap bergerak menyelidiki dugaan keterlibatan maupun aksi pengancaman yang dilakukan oleh Weldi. Polisi juga tengah menunggu laporan resmi dari pihak-pihak yang merasa menjadi korban.

“Kami masih lakukan penyelidikan karena sampai saat ini belum ada korban yang mengadu kalau diancam oleh yang bersangkutan,” pungkas Markus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *